ASN Kota Cimahi Hadapi Pembatasan APBD Tahun 2027
ASN Kota Cimahi Hadapi Pembatasan APBD Tahun 2027
Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudhistira, SE AK CA, menegaskan Pemerintah Daerah belum akan mengambil langkah gegabah. "Disiplin fiskal berarti ada skala prioritas. Saya rasa untuk Tahun 2026 masih aman-aman aja kok.
Jadi, antara kebutuhan belanja pegawai, belanja operasi, belanja modal, belanja infrastruktur, dan belanja pembangunan lainnya intinya masih oke-oke gitu ya, nggak jadi problem untuk di Kota Cimahi," katanya. Kondisi ini, katanya, bisa berubah, tergantung kemampuan fiskal ke depan yang akan dibahas dalam tahapan perencanaan, termasuk Musrenbang.
"Nanti kita lihat bagaimana kemampuan fiskal kita. Yang jelas kuncinya adalah disiplin fiskal, seperti itu," tambahnya. Fokus utama saat ini ada lah mengikuti arah kebijakan pusat sembari menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
"Persoalan spending mandatory 30 persen di tahun 2027, intinya Pemkot Cimahi nanti ikut saja arahan pusat seperti apa.
Terus kemudian akan dirasionalisasikan dengan kondisi situasi baik kapasitas fiskal yang ada di Kota Cimahi," katanya, saat ditemui awak media di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, (27/3/2026), Di saat yang sama, Pemkot mulai memperketat pengukuran kinerja ASN melalui sistem digital.
"Yang jelas sekarang Pemkot Cimahi sudah mulai menerapkan E-kinerja dan lain sebagainya untuk mengukur secara objektif tidak hanya teman-teman PPPK, tapi yang PNS juga sama kita menerapkan e-kinerja," katanya.
Lanjutnya, evaluasi berbasis data akan menjadi pondasi dalam menentukan arah kebijakan kepegawaian ke depan. "Itu pasti akan lebih objektif, lebih terukur, serta nanti mungkin itu akan menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja teman-teman ASN," katanya.
Adhit menekankan bahwa saja kok. tekanan anggaran sebenarnya sudah diantisipasi melalui prinsip disiplin fiskal, artinya setiap pengeluaran harus berbasis prioritas yang jelas.
"Disiplin fiskal berarti ada skala prioritas, untuk Tahun 2026 masih aman-aman Jadi, antara kebutuhan belanja pegawai, belanja operasi, belanja modal, belanja infrastruktur, dan belanja pembangunan lainnya intinya masih oke-oke aja gitu ya, nggak jadi problem untuk di Kota Cimahi," katanya.
Diinginkannya, kondisi ini bisa berubah, tergantung kemampuan fiskal ke depan yang akan dibahas dalam tahapan bahwa perencanaan, termasuk Musrenbang. "Nanti kita lihat bagaimana kemampuan fiskal kita. Yang jelas kuncinya adalah disiplin fiskal, seperti itu," pungkasnya. (prabu)