Melawan Inflasi dengan Bazar, Pemkot Cimahi Hadirkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
Melawan Inflasi dengan Bazar, Pemkot Cimahi Hadirkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
PIKIRAN RAKYAT - Dalam upaya mengendalikan inflasi, Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menggelar Bazar Meriah. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pada Rabu, 3 Juli 2024, Bazar Meriah digelar di Kelurahan Baros, Jalan Haji Haris, Kota Cimahi. Sejumlah tenant yang hadir berasal dari paguyuban pasar tradisional, toko modern, dan pelaku UMKM Kelurahan Baros. Bazar Meriah digelar di Cimahi yang salah satu tujuannya adalah menekan inflasi. Plt. Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, Wawan Haryana, mengatakan, Bazar Meriah ini digelar bekerja sama dengan kelurahan se-Kota Cimahi. Kegiatan ini berlangsung sejak Juni hingga Juli untuk menyambut Hari Jadi ke-23 Kota Cimahi. "Bazaar Meriah ini digelar di 15 kelurahan. Sudah digelar di beberapa kelurahan pada Juni dan sisanya di bulan Juli ini. Kami mengundang paguyuban pasar tradisional, toko modern, dan juga menghadirkan produk UMKM Baros. Harapannya, kegiatan ini dapat menekan inflasi di Kota Cimahi," ujarnya. Berdasarkan data, inflasi secara nasional berada di kisaran 2,51 persen dan Jawa Barat di kisaran 2,38 persen. "Kondisi inflasi nasional saat ini sedang baik. Nasional 2,51 persen, Jabar 2,38 persen, dan untuk Cimahi di bawah itu," katanya. Di bazaar tersebut, berbagai komoditas disediakan. "Paguyuban pasar menyediakan sayur-mayur, toko modern menyediakan produk kebutuhan rumah tangga, serta ada produk unggulan UMKM yang kami promosikan. Harga yang ditawarkan lebih terjangkau dengan nilai promo," ucapnya menambahkan. Meriahkan HUT Cimahi Pj. Walikota Cimahi, Dicky Saromi, yang mengunjungi bazaar ini menyambut baik antusiasme masyarakat. "Bazaar di 15 kelurahan ini dalam rangka HUT Cimahi sekaligus antisipasi kenaikan inflasi di Kota Cimahi," ungkapnya. Dicky menambahkan, bazar ini memiliki misi lain selain menekan inflasi. "Dari sisi ekonomi, ini mendekatkan produk bermutu dari pasar dan toko modern," katanya. Dengan kegiatan bazar yang berkelanjutan, harga yang sampai ke masyarakat menjadi lebih terjangkau. "Secara ekonomi, ini menguntungkan masyarakat karena dapat mengakses produk dengan harga wajar dan terjangkau. Dengan demikian, roda perekonomian bisa bergerak dan inflasi bisa dikendalikan," jelasnya. Dicky juga membuka ruang bagi produk UMKM untuk lebih dikenal masyarakat. "Kehadiran pasar tradisional, toko modern, dan UMKM saling melengkapi. Mereka tidak bersaing karena produknya berbeda. Saya melihat masyarakat bisa menikmati bazaar dengan tersedianya kebutuhan pokok yang terjangkau," tuturnya.*** Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News Pikiran-Rakyat Editor: Rio Rizky Pangestu