Pemkot Cimahi Bekali 115 PNS Hadapi Masa Purnabakti

Pemkot Cimahi Bekali 115 PNS Hadapi Masa Purnabakti

Cimahi,Kamis(17/09/2026) Pemerintah Kota Cimahi membekali 115 Pegawai Negeri Sipil (PNS) calon purnabakti agar lebih siap menghadapi masa pensiun, baik secara mental, sosial, kesehatan maupun finansial.
Pembekalan PNS Calon Purnabakti Tahun Anggaran 2026 tersebut digelar BKPSDMD Kota Cimahi selama dua hari, 16–17 September 2026. Kegiatan berlangsung hybrid, dengan sesi tatap muka di Haur Koneng Meeting Room, The Green Forest Resort, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (17/9/2026).

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Mochamad Ronny, S.I.P., M.T., mewakili Wali Kota Cimahi Ngatiyana sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Ronny menyampaikan apresiasi atas pengabdian para PNS selama menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Ngatiyana, purnabakti bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal kehidupan baru yang dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif.
“Gunakan masa purnabakti untuk menggali potensi diri, mempererat hubungan dengan keluarga dan tetap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Ronny.

Para calon purnabakti juga didorong tetap aktif melalui kegiatan sosial, komunitas, hobi, olahraga serta pemeriksaan kesehatan rutin. Kesiapan mental dan finansial dinilai penting agar masa transisi dari kehidupan kedinasan dapat dijalani secara sehat, mandiri dan produktif.
Kepala BKPSDMD Kota Cimahi, Siti Fatonah, S.Sos., M.Si., mengatakan pembekalan merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi Pemkot Cimahi terhadap loyalitas dan kinerja para PNS.

“Pembekalan ini bertujuan memberikan informasi mengenai proses administrasi dan hak purnabakti, sekaligus mempersiapkan peserta agar mampu menjalani masa purnabakti dengan sehat, mandiri, bermakna dan tetap produktif,” jelas Siti.

Sebanyak 115 peserta tersebut memasuki masa purnabakti mulai 1 Oktober 2026 hingga Juni 2027. Mereka terdiri atas dua pejabat pimpinan tinggi, empat administrator, empat pengawas, 19 pejabat pelaksana dan 86 pejabat fungsional, termasuk 36 guru, tiga dokter, tiga perawat dan seorang pengawas P2UPD.
Peserta terbanyak berasal dari Dinas Pendidikan sebanyak 82 orang, disusul RSUD Cibabat lima orang dan Kecamatan Cimahi Selatan empat orang.

Pada sesi daring, peserta mendapat materi dari PT Taspen, BKN dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Sementara sesi tatap muka diisi materi pengelolaan keuangan dari Bank BJB, peran Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dari Ketua PWRI Kota Cimahi Drs. H. Bambang Arie Nugroho, M.M., serta penguatan mental dan spiritual bertajuk “Purnabakti dengan Bening Hati” oleh Dr. H. Komarudin Chalil, M.Ag.

Di sisi lain, BKPSDMD juga memperkuat layanan administrasi pensiun melalui transformasi digital. Mulai 1 September 2026, penetapan SK pensiun PNS wajib menggunakan tanda tangan elektronik (TTE), sehingga tidak lagi menggunakan tanda tangan manual.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah keterlambatan proses penetapan SK pensiun. Pada 2027, BKPSDMD berencana menambahkan fitur tracking pada aplikasi Kamus CIMAN agar pegawai dapat memantau status dan tahapan layanan kepegawaian.

Melalui pembekalan dan digitalisasi layanan tersebut, Pemkot Cimahi berharap para calon purnabakti mampu memasuki masa pensiun dengan lebih tenang, sehat, mandiri dan tetap berkontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat.