Pemkot Klaim Berhasil Tekan Konsumsi Energi Melalui WFH ASN Kota Cimahi

Pemkot Klaim Berhasil Tekan Konsumsi Energi Melalui WFH ASN Kota Cimahi

Kompas86id.com 


Kota Cimahi - Kebijakan Work From Home (WHF) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi berhasil menekan konsumsi energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik. Pemkot Cimahi memberlakukan WFH hari jumat dalam sepekan.


Sesuai Surat Edaran (SE) yang telah dikelurkan pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 1 Tahun 2024 tentang pelaksanaan WFH. Diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja ASN, serta mengurangi dampak lingkungan.



akomodasi. Namun, perlu diingat WFH juga memiliki tantangan, seperti memastikan keamanan data dan menjaga komunikasi efektif dengan tim. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa ASN memiliki infrastruktur dan sistem yang memadai untuk mendukung WFH.



Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Mochammad Ronny, mengatakan penerapan WFH yang mulai dijalankan pekan lalu sudah menunjukkan dampak awal terhadap efisiensi penggunaan listrik.


“Dengan adanya WFH setiap hari Jumat, penggunaan energi dipastikan mengalami penurunan. Untuk listrik sudah terlihat ada penurunan, sementara untuk BBM masih dalam tahap perhitungan karena kebijakan ini baru berjalan,” ujar Ronny, Rabu, 15 April 2026.


“Kebijakan WFH setiap hari Jumat telah menunjukkan dampak positif dalam mengurangi konsumsi energi, terutama listrik. Penggunaan listrik sudah terlihat menurun, sementara penurunan konsumsi BBM masih dalam tahap perhitungan karena kebijakan ini baru berjalan, “ Tutur Ronny,Rabu. (15/04/2026).


Ronny Menambahkan, Ia akan memantau perkembangan dari kebijakan WFH dan berharap dapat memberikan kontribusi pada pengurangan emisi dan penghematan energi. Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja ASN. 


Diungkapnya olehnya, bahwa tagihan listrik di lingkungan Pemkot Cimahi mengalami tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Januari 2026, tagihan listrik tercatat lebih dari Rp100 juta. Angka tersebut kemudian turun menjadi Rp84 juta pada Maret, dan kembali menurun menjadi Rp74 juta pada April.


Menurut Ronny, penurunan tersebut tidak hanya dipengaruhi kebijakan WFH, tetapi juga langkah efisiensi anggaran yang telah dilakukan sejak 2025, termasuk pengendalian penggunaan perangkat listrik di luar jam kerja.


“Kami mematikan semua perangkat seperti lampu, komputer, dan pendingin ruangan setelah jam kerja selesai dapat membantu menghemat energi dan mengurangi biaya listrik. Ini juga bagian dari upaya penghematan energi yang berkelanjutan” jelasnya



Ia menambahkan, kebijakan WFH diperkirakan akan semakin memperkuat efisiensi tersebut, seiring berkurangnya aktivitas penggunaan perangkat kantor. Selain di lingkungan kantor pusat, Pemkot Cimahi juga akan memantau penggunaan energi di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga Mal Pelayanan Publik (MPP). Setiap perangkat daerah diminta melaporkan penggunaan energi secara berkala.


Pemkot Cimahi berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penghematan energi secara berkelanjutan. (One) **