Ramadan Jadi Momentum Tepat, Wali Kota Cimahi Ingatkan ASN tentang Disiplin dan Integritas
Ramadan Jadi Momentum Tepat, Wali Kota Cimahi Ingatkan ASN tentang Disiplin dan Integritas
REALITA PUBLIK,– Memasuki bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Cimahi tak hanya fokus pada peningkatan spiritualitas, tetapi juga pada penguatan fondasi birokrasi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara tegas mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadikan bulan penuh berkah ini sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen dalam bekerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Ngatiyana saat memimpin apel pagi pegawai di Lapangan Apel Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Senin (23/2/2026). Apel perdana di bulan Ramadan ini ia manfaatkan untuk menegaskan kembali sikap tegas pemerintah daerah terhadap kedisiplinan dan integritas aparatur.
"Kita adalah pelayan masyarakat. Disiplin, integritas, dan profesionalisme bukan pilihan, tetapi kewajiban yang sudah diatur dalam regulasi. Tidak ada tawar-menawar dalam hal ini," tegas Ngatiyana di hadapan jajaran Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, dan seluruh ASN.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK harus diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar slogan. Menurutnya, kualitas pelayanan publik di Kota Cimahi sangat bergantung pada penguatan disiplin aparatur.
recommended by
Slimores
Begini Cara Hilangkan 23 Kg Lemak Perut dalam 2 Minggu
Pelajari Lebih
Teknologi Digital Jadi Garda Depan Pengawasan
Sebagai langkah konkret dan modern dalam memantau kinerja, Pemkot Cimahi telah mengimplementasikan aplikasi SI CAKAP (Sistem Catatan Kinerja Aparatur Produktif) sejak awal Februari 2026. Aplikasi ini bukan hanya alat ukur kinerja, tetapi juga menjadi instrumen penegakan disiplin yang memiliki konsekuensi nyata.
"Siapa pun yang tidak menunjukkan kinerja dan produktivitas yang baik akan berdampak langsung pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ini bukan sekadar peringatan, tetapi akan kami tegakkan secara konsisten dan berkeadilan," ujar Ngatiyana dengan tegas.
Bukan Sekadar Ancaman: Data Sanksi ASN Tahun 2025
Teguran Wali Kota ini bukan tanpa dasar. Ngatiyana memaparkan data penindakan disiplin ASN sepanjang tahun 2025 sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam membersihkan birokrasi. Sepanjang tahun lalu, tercatat enam ASN telah dijatuhi sanksi disiplin dengan berbagai tingkatan, mulai dari yang ringan hingga berat.
Sanksi tersebut meliputi:
· Satu ASN dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri akibat mangkir 10 hari kerja berturut-turut.
· Satu ASN dibebaskan dari jabatannya selama satu tahun.
· Satu ASN mengalami penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun.
· Satu ASN menerima pernyataan tidak puas secara tertulis.
· Dua ASN lainnya mendapat teguran lisan karena melanggar ketentuan jam kerja.
Tak berhenti di situ, memasuki tahun 2026, Tim Disiplin Kota Cimahi saat ini tengah memproses tujuh dugaan pelanggaran disiplin ASN lainnya. Wali Kota meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD) serta Tim Disiplin untuk menindaklanjuti semua kasus secara profesional dan tanpa pandang bulu.
"Kita sepakat menegakkan regulasi bagi seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK. Tidak boleh ada pembiaran atau toleransi terhadap pelanggaran sekecil apa pun," imbuhnya.
Ramadan: Saatnya Memperkuat Diri dan Pelayanan
Menutup arahannya, Ngatiyana mengajak seluruh ASN memaknai Ramadan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat komitmen. Ia berharap nilai-nilai spiritual seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab yang dipupuk selama bulan puasa dapat berbanding lurus dengan peningkatan kinerja. "Ramadan harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk bekerja lebih baik, lebih jujur, dan lebih bertanggung jawab. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai titik awal untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel di Kota Cimahi," pungkasnya.