Wali Kota Buka Giat Klasikal Orientasi PPPK Tahun 2025

Wali Kota Buka Giat Klasikal Orientasi PPPK Tahun 2025

CIMAHI-MJ

Pemerintah Kota Cimahi resmi membuka kegiatan Klasikal Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025 di


Aula Badan Pengemban gan Sumber Daya Ma nusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, baru baru ini. Sebanyak 403 peserta, yang terdiri dari tenaga pendidik, tenaga


kesehatan, dan tenaga teknis, mengikuti pembekalan intensif sebagai langkah awal pengabdian mereka di lingkungan Pemkot Cimahi.


Wali Kota Cimahi, Let kol. (Purn) Ngatiyana, S.A.P., mengatakan pentingnya orientasi ini sebagai pintu gerbang pembentukan ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. "ASN harus kita orientasi, kita perkenalkan, dan kita bekali ilmu agar mampu melaksanakan tugas pokok dengan sebaik-baiknya. Loyalitas, kedisiplinan, dan tegak lurus pada Panca Prasetya Korpri adalah fondasi utama," katanya,


1 Kegiatan ini, kata Walikota, dilaksanakan secara bertahap, setelah pembelajaran mandiri selama 15 hari melalui platform Massive Open Online Course (MOOC), dan peserta akan mengikuti pembelajaran klasikal selama dua hari. "Materi mencakup pengenalan organisasi, tata kelola kerja, jabatan, penerapan fungsi dan tugas ASN, hingga manajemen kinerja organisasi," imbuhnya. Lanjutnya, materi tambahan meliputi kebijakan pengembangan SDM aparatur, wawasan kebangsaan,dan kedisiplinan,


"ASN baru harus memahami betul peran mereka sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, sekaligus perekat bang sa, dan yang utama adalah melayani masyarakat dengan tegas, tulus, dan penuh tanggung jawab," imbuhnya. Ditambahkannya, dengarkan keluhan masyarakat, gunakan hati nurani dan logika. ASN harus menjadi contoh yang baik dan menghindari pelanggaran "Tingkatkan disiplin. literasi digital, gunakan teknologi untuk


mempercepat dan mempermudah pelayanan publik," tegasnya. Sementara itu Kepala BKPSDM Kota Cimahi, Lilik Setyaningsih, menyampaikan bahwa orientasi ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi sarana pembentukan kompetensi ASN. ""Tujuan utamanya adalah mengenalkan nilai dan etika ASN, mem-bangun pemahaman tentang tata kelola pemerintahan, serta menanamkan semangat BerAKHLAK dan 'Bangga Melayani Bangsa," pungkasnya. (prabu)