Wali Kota Cimahi Lantik Dua Pejabat Pratama Hasil Open Bidding
Wali Kota Cimahi Lantik Dua Pejabat Pratama Hasil Open Bidding
CIMAHI, REALITA PUBLIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kembali melakukan penyegaran di lingkungan birokrasinya. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara resmi melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama, belasan pejabat fungsional, serta seorang Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dalam sebuah upacara yang berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jumat (13/02/2025).
Prosesi pelantikan ini menjadi langkah strategis Pemkot Cimahi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dua posisi strategis yang diisi melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding) adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang kini dijabat oleh Tri Lospala Candra, S.STP., dan Inspektur Kota Cimahi yang dipercayakan kepada Risnandar, S.E.
Selain kedua pejabat eselon II tersebut, Wali Kota juga melantik 13 Pejabat Fungsional dan satu Kepala SKB. Seluruh proses pengisian jabatan ini ditegaskan telah melalui prosedur yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
recommended by
Slimores
Begini Cara Hilangkan 23 Kg Lemak Perut dalam 2 Minggu
Pelajari Lebih
Seleksi Ketat dan Independen
Pemerintah Kota Cimahi memastikan bahwa pelantikan ini didasarkan pada rekomendasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri. Proses seleksi untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan secara objektif dan normatif dengan melibatkan tim seleksi independen yang terdiri dari unsur akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan perwakilan instansi pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menjamin objektivitas dan kredibilitas hasil akhir.
Wali Kota: Jabatan Adalah Amanah Pengabdian
Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana memberikan pesan tegas kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukanlah sekadar kedudukan atau simbol kewenangan, melainkan sebuah amanah pengabdian yang akan dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Saudara-saudara adalah pelayan publik bagi masyarakat. Ke depannya, saya akan menilai saudara bukan dari lama menjabat, tetapi dari capaian yang terukur. Target harus jelas, program harus tepat sasaran, dan hasilnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Cimahi,” tegas Ngatiyana.
Dua Fokus Utama: Pelayanan Prima dan Pengawasan Kuat
Wali kota secara khusus menyoroti dua dinas yang kini memiliki nahkoda baru. Kepada Kepala Disdukcapil yang baru, ia menitipkan pesan agar pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP dan akta kelahiran dapat diberikan dengan cepat, mudah, dan tanpa praktik pungutan liar.
“Pelayanan administrasi kependudukan adalah pelayanan dasar. Tidak boleh lambat, tidak boleh berbelit, dan tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan publik,” pesannya.
Sementara itu, kepada Inspektur Kota Cimahi, Ngatiyana berharap agar fungsi pengawasan internal dapat diperkuat. Inspektorat diminta untuk bertindak objektif, berintegritas, dan tidak ragu dalam menegakkan aturan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
“Inspektorat adalah benteng tata kelola pemerintahan. Kami percayakan Inspektur untuk menata dan memastikan semua berjalan untuk kebaikan Kota Cimahi,” pungkasnya.
Penyegaran untuk Energi Baru Secara keseluruhan, pelantikan ini diharapkan mampu menghadirkan dinamika, energi baru, dan semangat baru di lingkungan Pemkot Cimahi. Pejabat fungsional dan Kepala SKB juga didorong untuk menjadi motor penggerak teknis dan meningkatkan kompetensi di unit kerjanya masing-masing.
Melalui penguatan fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat, Pemkot Cimahi optimistis tata kelola pemerintahan akan semakin tertib dan akuntabel. (Dije)