WFH ASN, Pemkot Cimahi Klaim Efektif Tekan Konsumsi Energi
WFH ASN, Pemkot Cimahi Klaim Efektif Tekan Konsumsi Energi
Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi meyakini kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat mampu menekan konsumsi energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Mochammad Ronny, mengatakan penerapan WFH yang mulai dijalankan pekan lalu sudah menunjukkan dampak awal terhadap efisiensi penggunaan listrik.
“Dengan adanya WFH setiap hari Jumat, penggunaan energi dipastikan mengalami penurunan. Untuk listrik sudah terlihat ada penurunan, sementara untuk BBM masih dalam tahap perhitungan karena kebijakan ini baru berjalan,” ujar Ronny, Rabu, 15 April 2026.
Ia mengungkapkan, tagihan listrik di lingkungan Pemkot Cimahi mengalami tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Januari 2026, tagihan listrik tercatat lebih dari Rp100 juta. Angka tersebut kemudian turun menjadi Rp84 juta pada Maret, dan kembali menurun menjadi Rp74 juta pada April.
Menurut Ronny, penurunan tersebut tidak hanya dipengaruhi kebijakan WFH, tetapi juga langkah efisiensi anggaran yang telah dilakukan sejak 2025, termasuk pengendalian penggunaan perangkat listrik di luar jam kerja.
“Setelah jam kerja selesai, seluruh perangkat seperti lampu, komputer, dan pendingin ruangan wajib dimatikan. Ini bagian dari upaya penghematan energi yang terus kami lakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan WFH diperkirakan akan semakin memperkuat efisiensi tersebut, seiring berkurangnya aktivitas penggunaan perangkat kantor.
“Dengan WFH, penggunaan komputer dan fasilitas kantor lainnya tentu berkurang. Untuk BBM juga nanti akan kami hitung lebih lanjut dampaknya,” tambahnya.
Selain di lingkungan kantor pusat, Pemkot Cimahi juga akan memantau penggunaan energi di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga Mal Pelayanan Publik (MPP). Setiap perangkat daerah diminta melaporkan penggunaan energi secara berkala.
“Kami lakukan monitoring. Jika ditemukan penggunaan listrik yang tidak sesuai, seperti lampu yang masih menyala saat tidak ada aktivitas, akan kami tindak melalui pimpinan masing-masing, kecuali untuk kegiatan lembur,” tegas Ronny.
Pemkot Cimahi berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penghematan energi secara berkelanjutan.