WFH Setiap Jumat, Pemkot Cimahi Klaim Hemat Energi dan Tekan Tagihan Listrik

WFH Setiap Jumat, Pemkot Cimahi Klaim Hemat Energi dan Tekan Tagihan Listrik

Cimahi, (tabloidpilarpost.com)  – Pemerintah Kota Cimahi meyakini kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu mendorong efisiensi penggunaan energi, baik listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).




Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Kota Cimahi,  Mochammad Ronny, mengatakan bahwa dampak penghematan energi dari kebijakan tersebut sudah mulai terlihat, khususnya pada penggunaan listrik.



“Tentunya dengan adanya WFH setiap hari Jumat ini, penggunaan energi akan mengalami penurunan. Untuk listrik sudah terlihat penurunannya, sedangkan BBM masih akan dihitung karena kebijakan ini baru berjalan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).



Berdasarkan data Pemkot Cimahi, terjadi penurunan signifikan pada tagihan listrik sepanjang awal tahun 2026. Pada Januari, tagihan listrik tercatat lebih dari Rp100 juta, kemudian turun menjadi Rp84 juta pada Maret, dan kembali menurun menjadi sekitar Rp74 juta pada April.


Penurunan ini tidak hanya dipengaruhi kebijakan WFH, tetapi juga langkah efisiensi anggaran yang telah dilakukan sejak 2025. Salah satunya dengan membatasi penggunaan perangkat listrik di luar jam kerja, seperti lampu, komputer, hingga pendingin ruangan (AC).


“Ketika jam kerja selesai, semua komponen yang menggunakan listrik harus dimatikan. Ini bagian dari upaya penghematan yang terus kita lakukan,” jelasnya.


Ronny menambahkan, kebijakan WFH diperkirakan akan semakin menekan konsumsi listrik karena penggunaan perangkat kerja di kantor berkurang. Selain itu, dampak terhadap penghematan BBM juga akan dihitung dalam evaluasi berikutnya.


Untuk memastikan kebijakan berjalan optimal, Pemkot Cimahi juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan energi di seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan, kelurahan, serta Mal Pelayanan Publik (MPP).


“Setiap unit akan diminta melaporkan penggunaan energi. Kita juga melakukan monitoring, jika ada penggunaan listrik yang tidak sesuai, akan langsung ditegur melalui pimpinan masing-masing, kecuali untuk kebutuhan lembur,” tegasnya.


Melalui kebijakan ini, Pemkot Cimahi berharap efisiensi energi dapat terus ditingkatkan sekaligus mendukung pengelolaan anggaran yang lebih efektif di lingkungan pemerintahan.