Apel Gelar Pasukan Siaga Menghadapin Bencana BPBD Kota Cimahi

Apel Gelar Pasukan Siaga Menghadapin Bencana BPBD Kota Cimahi

Dalam Sambutan Pj. Walikota Cimahi pada Apel Gelar Pasukan mengatakan dihadiri oleh Kepala BNPB Provinsi Jawa Barat Pak Budi, Kepala BPBD Kota Cimahi Andi, Para asisten staf ahli para kepala Perangkat Daerah,Para Camat dan Lurah Se-Kota Cimahi Kepala pencarian dan Pertolongan Sar Bandung, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Cimahi, Ketua PMI Kota Cimahi, Ketua KPU Kota Cimahi, Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Direktur RSUD Cibabat atau yang mewakili dan kepala rumkit Tingkat 2 Dustira Cimahi,Para Rektor Universitas dan Ketua Yayasan Pendidikan juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cimahi atau yang mewakili, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Para Pimpinan perusahaan dan Oerbankan di Kota Cimahi, Para Ketua Asosiasi Perhimpunan Organisasi dan seluruh undang serta peserta Apel,dilaksanakan lapangan MPP Kecamatan Cimahi Utara, Selasa 12/11/ 2024.

Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi yang saya cintai saya banggakan marilah kita senantiasa bersyukur kita masih diberikan kesempatan dan kesehatan dalam melaksanakan Apel Siaga ini dan Pencanangan Bulan PMI shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beserta para sahabat dan keluarganya Bapak Ibu sekalian hadirin yang saya cintai selaku Pejabat Walikota Kota Cimahi saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Apel Gelar Pasukan ini karena bagaimanapun juga apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk menunjukkan kesiapan kita dan upaya untuk selalu mengurangi risiko bencana dari seluruh pihak-pihak yang hadir dalam apel pagi hari ini penting ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini bahwa kita ketahui bencana adalah sesuatu yang tidak pernah kita duga dan sekarang kita sudah mengetahui bahwa kita sudah memasuki suatu status siaga darurat di musim hujan sejak bulan November sampai dengan bulan Mei Tahun 2025 nanti, tandas, Ricky.

Atas dasar itulah maka dalam rangka memberikan rasa aman nyaman kepada seluruh masyarakat di Kota Cimahi penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap kondisi yang ada dan lebih daripada itu di dalam pengurangan risiko bencana ini yang paling penting adalah sejauh mana kapasitas kita dibutuhkan dan mampu untuk menanggulangi ketika bencana itu datang meskipun bencana adalah sesuatu yang tidak pernah kita kehendaki dan tidak pernah kita prediksi tapi yang penting bagi kita adalah bahwa semua peralatan semua logistik dan seluruh kesiapan SDM selalu siap sedia kapanpun untuk dibutuhkan dan kapan untuk bergerak ketika masyarakat atau lokasi-lokasi bencana membutuhkan kehadiran kita, ujarnya.

Dicky mengucapkan terima kasih atas beberapa kejadian yang berlangsung akhir-akhir ini dan saya melihat kejadian angin kencang disertai juga hujan kemarin itu adalah satu peristiwa yang jarang kita alami tetapi ketika kita Saya melihat Betapa kita semua mampu bekerja bersama-sama dan melakukan pertolongan pertama sehingga pengurangan risiko bencana dari kejadian tersebut dapat benar-benar kita kurangi. Oleh karena itu maka saya harapkan dalam kesempatan ini semua yang ada dalam kebencanaan tidak boleh lupa diri tidak boleh berpuasa diri tetapi saatnya untuk kita selalu siap sedia untuk selalu awas dan selalu siap ketika benar-benar dibutuhkan,tandasnya.

Sekalian yang saya hormati pada saat ini juga kita melaksanakan Pencanangan Bulan Bakti PMI sebagaimana kita ketahui PMI adalah organisasi non profit yang bukan mencari ekonomi tetapi operasionalisasinya sangat bergantung kepada Darmawan dan Donor, karena bagaimanapun juga tugas tugas PMI juga erat dengan Keberadaan kinerja PMI ditentukan oleh kemampuan menjaga kepercayaan publik antara lain tentunya dengan menunjukkan pelayanan yang mudah cepat dan tepat tidak hanya untuk dalam pelayanan donor darah saja tetapi juga untuk hal-hal lainnya yang dibutuhkan sebagai bagian yang tidak terlepaskan dari tim penanggulangan bencana. Oleh karena itu Pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2024 bukan hanya sekedar menggalang potensi masyarakat tetapi juga sarana untuk mengukur tingkat ke publik terhadap kehadiran Lembaga ini.

Bulan Dana PMI dilakukan dengan maksud untuk menghimpun sumbangan dari masyarakat mensosialisasikan peran PMI dan memupuk jiwa kebersamaan jadi oleh karena itu selaku Pejabat Walikota saya harapkan setelah kita mencanangkan ini maka semua terketuk hatinya tergerak untuk melakukan sumbangan yang berarti bagi donor, donor PMI yang membutuhkan dari seluruh sumbangan-sumbangan masyarakat.

Sehingga nantinya kehadiran PMI semakin berhasil dan Bapak Ibu sekalian yang saya hormati sebelum menutup sambutan ini melalui kegiatan Apel Gelar Pasukan ini saya menyampaikan beberapa pesan penting sebagai berikut yang pertama ciptakan komitmen yang kuat dan jalin Sinergi komunikasi orasi dari seluruh pihak-pihak terkait khususnya dalam langkah-langkah melakukan antisipasi dan mitigasi bencana untuk bisa mengurangi kejadian bencana yang menimbulkan resiko resiko besar yang, kedua pertajam ketahuan kita dan kesadaran kita akan pentingnya kesiap siagaan dan pencegahan dan untuk itu segala sesuatu yang menyangkut peralatan logistik dan sumber daya manusia sudah dalam posisi yang siap, ketiga menjadikan skala prioritas dalam konsep mitigasi dan kesiap siagaan ini yaitu pada kapasitas dan kemampuan kita, ujarnya.

Oleh karena itu tidak ada waktu untuk terus belajar yang jelas adalah belajar sesuatu yang selalu melekat sepanjang hayat dan bagi kita semua ini harus terus kita tingkatkan sejalan dengan kejadian atau permasalahan yang semakin kompleks kita hadapi yang ke empat itu tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dan jadikan komunikasi dengan terus kita melihat informasi yang ada agar semua masyarakat dapat terinformasi kan tentang perkembangan dan terakhir,sekali lagi saya harapkan kita semua selaku makhluk yang beriman selalu berdoa agar kita selalu diberikan kemudahan dan kelancaran serta tentunya perlindungan agar kita selalu dalam kemudahan dan kelancaran tugas itulah yang bisa saya sampaikan terima kasih atas segala perhatiannya, pungkas,Dicky.

Sementara Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menegaskan bahwa perubahan status menjadi tanggap darurat memerlukan tinjauan lebih lanjut, namun penanganan bencana akan tetap dilakukan secara menyeluruh. Menurut Andy, dalam status tanggap darurat, BPBD memiliki wewenang lebih luas untuk melakukan langkah penanganan yang lebih intensif.

“Pada status tanggap darurat, BPBD memiliki wewenang lebih untuk melakukan tindakan yang lebih jauh, namun, tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui pertimbangan yang cermat." jelas Andy.

Andi menekankan pentingnya sinergi dalam penanggulangan bencana, BPBD menerapkan pendekatan pentahelix, yaitu kolaborasi antara Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media.

"Kami memperkuat Koordinasi dan mengadakan latihan bersama untuk berbagi peran dalam penanggulangan bencana," imbuhnya.

"Pasca cuaca ekstrem yang melanda Kota Cimahi, BPBD Kota Cimahi mengidentifikasi sejumlah wilayah rawan bencana di seluruh Kota Cimahi, di Cipageran, Kampung Terobosan rentan terhadap longsor, sementara Wilayah Utama, Leuwigajah, dan Melong rawan banjir genangan air.Selain itu, Cimindi dan Cigugur kerap menghadapi banjir, dan di Cimahi Tengah terjadi longsor kecil di beberapa lokasi, ujarnya. "Kami terus menyampaikan mitigasi kepada masyarakat agar selalu siap."

Ia menekankan bahwa masyarakat adalah responden pertama yang dapat menyelamatkan diri sebelum BPBD tiba di lokasi. Andy berharap masyarakat dapat semakin cepat tanggap menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing untukmenangganinya, tandasnya.



Sumber : https://transaktualonline.com/kabar/3373/apel-gelar-pasukan-siaga-menghadapin-bencana-bpbd-kota-cimahi.html