BPBD Kota Cimahi Ungkap Faktor yang Diduga Menjadi Pemicu Ambrolnya TPT Perumahan Mandalika yang Menimbun Dua Rumah di Kompleks BCL.

BPBD Kota Cimahi Ungkap Faktor yang Diduga Menjadi Pemicu Ambrolnya TPT Perumahan Mandalika yang Menimbun Dua Rumah di Kompleks BCL.

Cimahi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyebut sejumlah factor penyebab ambrolnya tembok penahan tanah (TPT)Perumahan Mandalika Residence yang menimbun dua rumah di Bukit Cibogo Living (BCL) di RW 17, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin 7 Oktober 2024. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Cimahi, Rohmat mengatakan, tanah labil menjadi pemicu ambrolnya DPT Perumahan Mandalika Residence yang menimbun dua rumah dan membuat tiga orang mengalami luka-luka. Tak cuma itu, sebut Rohmat, sebanyak 12 keluarga juga terpaksa harus diungsikan lantaran ancaman longsor susuran masih memungkinkan bakal terjadi. "Tinggi TPT-nya sekitar 20 meter dan lebarnya 50 meter dan robohnya itu tiba-tiba pada pukul 08.45 WIB dan saat itu kondisi cuaca tidak hujan," kata Rohmat saat dikonfirmasi, Selasa 8 Oktober 2024. "Tanahnya labil, bukan karena hujan saat kejadian. Namun, mungkin ada pengikisan dari hujan-hujan sebelumnya dan angin kencang sehingga konstruksi tembok tidak kuat dan akhirnya roboh," sambungnya. Pihaknya pun melakukan langkah awal, yakni memastikan keselamatan warga yang terdampak. "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, hanya tiga orang yang luka-luka, dan mereka sudah kembali pulih," ujarnya. Selain itu, pihaknya menyarankan evakuasi bagi semua warga yang berada di bawah lokasi longsor karena ancaman susulan masih tinggi. "Kalau cuaca ekstrem berlanjut, kemungkinan longsor susulan bisa terjadi lagi. Kami sudah berkoordinasi dengan RW setempat, dan warga sekarang sudah di tempat yang lebih aman," paparnya. Terkait tanggung jawab pengembang Perumahan Mandalika, Rohmat mengatakan hingga kini BPBD belum berkomunikasi langsung, namun melalui RW, pihak pengembang telah menyatakan komitmennya untuk mengevakuasi warga yang terdampak. "Sekitar 12 KK akan dikungsikan ke Apartemen The Edge oleh pihak pengembang," jelasnya. Untuk penanganan lebih lanjut, BPBD akan merumuskan langkah bersama dengan kecamatan dan pihak terkait seperti Polsek, Babinsa, serta pemerintah setempat untuk memastikan potensi ancaman bisa dihilangkan. "Dikhawatirkan, jika ada hujan deras, longsor susulan akan berdampak pada rumah-rumah lainnya," jelas Rohmat. Rohmat menyebut, pihak pengembang berencana untuk membongkar sisa tembok yang masih berdiri guna menghindari ancaman lebih lanjut. "Pengembang sudah berjanji akan bertanggung jawab dan segera melakukan pembongkaran sisa benteng yang berpotensi membahayakan," ujarnya. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem. "Kami selalu mengingatkan masyarakat untuk melaporkan potensi ancaman dan memahami bagaimana cara menghadapi situasi darurat," tandasnya. ***