Cuaca Ekstrem! Pemkot Prioritaskan Penanganan Banjir
Cuaca Ekstrem! Pemkot Prioritaskan Penanganan Banjir
KOMPAS86ID.COM
CIMAHI - Banjir di wilayah Kota Cimahi kerap berulang kali terjadi, terutama di daerah Melong, Utama, Cigugur, Cipageran, Cibabat, dan Citeureup. Curah hujan tinggi dan saluran drainase yang kurang optimal menjadi penyebab utama banjir. Akibatnya beberapa rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 90 cm.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah melakukan berbagai upaya penanganan, seperti pengerukan dan pembersihan lumpur di gorong-gorong dan sungai, serta distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak. BPBD Kota Cimahi juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan memperhatikan kondisi sekitar, terutama di musim hujan.
Langkah ini diambil menyusul masih berulangnya banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kelurahan Padasuka, yang dinilai mencerminkan persoalan mendasar pada sistem drainase dan tata kelola aliran sungai. Selasa (24/1/2026).
Banjir yang kembali terjadi di kawasan padat permukiman tersebut memperlihatkan lemahnya daya tampung drainase serta menyempitnya badan sungai. Kondisi itu menyebabkan air hujan tidak tertampung secara optimal dan akhirnya meluap ke lingkungan warga.
Situasi ini menegaskan bahwa banjir bukan gi persoalan sesaat, melainkan masalah struktural yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam kesempatanaya mengatakan penanggulangan banjir tidak dapat dilakukan secara instan. Pemerintah daerah, kata dia, tengah mengubah pendekatan penanganan dengan memulai pemetaan titik-titik rawan banjir yang selama ini menjadi lokasi genangan berulang.
“Penanganan banjir memang perlu pemikiran yang matang. Tahun ini kami fokus menyusun langkah ke depan agar banjir di titik-titik rawan bisa diselesaikan secara bertahap,” tuturnya
Menurutnya, ada dua persoalan utama yang menjadi perhatian, yakni menyempitnya alur sungai dan sistem drainase yang sudah tidak mampu menampung debit air saat intensitas hujan tinggi. Akibatnya, aliran air tertahan dan berbalik ke kawasan permukiman.
“Normalisasi sungai dan perbaikan drainase menjadi fokus utama. Ketika sungai makin sempit dan drainase tidak optimal, air akan meluap dan kembali ke rumah warga,” ucapnya.
Sementara BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat daerah rawan bencana diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari instansi terkait dan BPBD setempat guna mengantisipasi kemungkinan bencana lanjutan. Selain itu, BNPB mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan relawan, untuk terus bersinergi dalam upaya mitigasi serta percepatan pemulihan pascabencana. (One)*