Pemkot Cimahi Gandeng PVMBG Kaji Pergerakan Tanah di Cibabat
Pemkot Cimahi Gandeng PVMBG Kaji Pergerakan Tanah di Cibabat
Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan kajian di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Hal ini menjadi bentuk mitigasi Pemkot Cimahi dari dampak negatif bekas penambangan pasir.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan, pergerakan tanah di Kampung Babut Tengah, RT 04/19, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi telah merusak belasan rumah yang dididuga disebabkan lokasi pemukiman bekas tambang pasir sehingga, kontur tanah menjadi labil.
"Ini dulu lokasi bekas tambang pasir, lalu dibangun rumah di atasnya. Lama-lama bagian bawah amblas dan menggerus bangunan di atasnya. Jadi bukan karena aktivitas sesar Lembang tapi bekas galian C," kata Ngatiyana saat ditemui, Selasa, 15 April 2025.
Mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, dia menuturkan, pihaknya bekerjasama dengan PVMBG dalam melakukan kajian untuk memastikan kelayakan lahan sebagai tempat hunian.
"Kita tetap menunggu hasil kajian PVMBG, jika tak bisa lagi ditempati warga akan direlokasi. Untuk sementara sebanyak 14 kepala keluarga (KK) terdampak akan dipindahkan di Rusunawa Leuwigajah," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi telah melakukan analisis pergerakan tanah yang terjadi secara tiba-tiba tersebut dengan ditandai kemunculan retatakan tanah dan dinding bangunan rumah. Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem, kemiringan lahan, serta tingkat kejenuhan tanah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan menyebutkan, dari 10 rumah yang terdata, 4 di antaranya mengalami kerusakan parah, 3 rumah rusak ringan, dan 3 rumah posisinya terancam bencana pergerakan tanah susulan.
Maka dari itu, demi keamanan dan keselamatan, seluruh penghuni rumah yang berada di daerah ketinggian itu mengungsi ke rumah kerabatnya.
"Potensinya sangat berbahaya sehingga kita intruksikan untuk mengungsi secara mandiri. Kita sudah kirim bantuan dasar kemarin seperti makanan dan minuman," ucap Fitriandy.
Dijelaskan Fitriandy, pergerakan tanah di Kampung Babut Tengah, RT 04/19, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi terjadi secara tiba-tiba.
Kendati demikian, tanda-tandanya sudah dirasakan warga seperti dinding rumah yang retak-retak sampai akhirnya tanah bergerak dan fondasi rumah amblas.
"Ini pergerakan tanah alami, memang selain karena kondisinya di lereng juga karena tanahnya ini labil dan diperparah oleh hujan. Jadi multifaktor untuk penyebabnya," pungkasnya