Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Warga Cimahi Ikuti Simulasi Mitigasi dan Evakuasi Gempa
Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Warga Cimahi Ikuti Simulasi Mitigasi dan Evakuasi Gempa
PIKIRAN RAKYAT - Gempa bumi membuat suasana pelayanan di gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi mendadak panik di Jalan Aruman Kota Cimahi. Para pegawai dan warga kalang kabut ketika gedung yang mereka pijak berguncang kuat tanpa aba-aba. Sebagian warga dan pegawai berlarian ke area pelataran. Ada yang menjerit meminta pertolongan karena terjebak di dalam gedung pelayanan publik tersebut akibat material bangunan yang ambruk. Situasi semakin gawat ketika terjadi ledakan yang berujung munculnya asap dari dalam gedung pelayanan tersebut. Pegawai yang berwenang langsung melapor ke BPBD Kota Cimahi atas bencana tersebut. Tak berselang lama, personel SAR gabungan dari BPBD, Tagana Dinas Sosial, TNI-Polri, dan unsur relawan hingga tenaga medis segera berdatangan. Petugas segera membangun tenda darurat kebencanaan sebagai tempat evakuasi warga dan pegawai dan juga dapur umum. Juga dilakukan penanganan medis kepada mereka yang mengalami luka. Sebagian petugas lain masuk ke dalam gedung menyisir korban luka yang belum dievakuasi. Terdapat korban yang dievakuasi dari lantai 3. Metode yang digunakan vertical rescue, di mana korban luka diluncurkan dari ketinggian menggunakan tandu yang diturunkan melalui tali, begitu sampai di darat langsung dievakuasi petugas. Suara sirene ambulans yang meraung mondar mandir mengangkut korban yang membutuhkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit. Ada juga jasad korban yang tak selamat akibat kejadian tersebut. Tentu saja kejadian gempa bumi itu tidak benar-benar terjadi. Hal itu bagian dari simulasi penanganan bencana gempa yang digelar memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Kota Cimahi Tahun 2024. "Kegiatan ini bentuk kesiapsiagaan Kota Cimahi. Siap menghadapi ketika bencana datang, dan lebih dari itu siap mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi," kata Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi didampingi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan. Menurut Dicky, risiko bencana dapat ditekan dengan peningkatan kapasitas. Apalagi, Kota Cimahi berada pada kawasan Sesar Lembang yang bisa terdampak jika bencana tiba."Perlu kolaborasi tidak hanya unsur BPBD tapi juga pemangku kebijakan lain termasuk masyarakat untuk peningkatan kapasitas dalam rangka mitigasi sehingga risiko akibat bencana bisa kita tekan," ujarnya. Menurut Dicky simulasi penanganan bencana perlu dilakukan sebagai bagian dari tanggap bencana. "Agar ada evaluasi, apa yang kurang dan perlu ditingkatkan. Salah satunya kenapa digelar di gedung MPP ini karena sebagai gedung pelayanan publik yang terdapat pegawai dan masyarakat juga tidak luput dari potensi bencana di tengah lokasi Cimahi berada dekat Sesar Lembang," tuturnya. Kakorlaps Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI Lukmansyah menyatakan, terdapat tiga hal yang bisa dilakukan saat menghadapi bencana. "Dari mulai kesiapan kemudian peringatan dan mitigasi. Kesiapan sudah dilakukan, simulasi sudah dilakukan, terakhir soal peringatan. Apakah sistemnya sudah berjalan misalnya ada sirene, apakah masyarakat mengerti bunyi sirene untuk apa," katanya. Lukmansyah menilai, masyarakat harus diberikan sosialisasi edukasi dan informasi terkait peringatan kebencanaan hingga mitigasi dini. Bukan hanya gempa bumi, tapi bencana lainnya yang berpotensi terjadi di Kota Cimahi. "Penting menyosialisasikan kepada masyarakat agar paham soal mitigasi dan penanganan bencana, hal ini yang harus dikuatkan. Tahu bunyi arti peringatan lewat sirene, kentongan, atau alat apa pun yang dipakai. Kita harapkan masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang tiba-tiba dengan beragam bencana seperti kebakaran, gempa bumi, tsunami, banjir tentunya berbeda-beda penanganannya," ujarnya menandaskan.***