Tak Hanya Kesiapan, Pemkot Cimahi Lakukan Peningkatan Kapasitas SDM Melalui Simulasi Mitigasi Bencana
Tak Hanya Kesiapan, Pemkot Cimahi Lakukan Peningkatan Kapasitas SDM Melalui Simulasi Mitigasi Bencana
Minimnya pengetahuan masyarakat terkait langkah mitigasi bencana masih menjadi pekerjaan rumah atau PR bagi pemerintah untuk semakin masif dan gencar melakukan sosialisasi langkah dan penanganan saat peristiwa bencana alam yang tidak terprediksi terjadi. Pasalnya, ketidaktahuan masyarakat akan rambu atau peringatan terjadinya masyarakat dapat mengancam keselamatan nyawa baik untuk diri dan keluarganya. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memanfaatkan momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2024 dengan mengadakan berbagai kegiatan mitigasi bencana "Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita, karena kesiapsiagaan ini penting dalam rangka memperingati setelah ditetapkannya Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana," ungkap Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi kepada wartawan, Rabu 22 Mei 2024. Lebih daripada itu, jelas Dicky, kesiapsiagaan ini mengandung dua arti, yakni siap ketika bencana itu datang dan mengurangi risiko ketika bencana itu datang. "Risiko bencana ini rumusnya itu bahwa mitigasi atau pengurangan itu dapat kita lakukan dengan peningkatan kapasitas," jelasnya. "Kita tidak hanya oleh unsur BNPB, tapi juga unsur lain, seperti TNI/Polri, Senkom, Orari, Forum Pengurangan Risiko Bencana, relawan, Dinas Sosial dengan dapur umumnya dan stakeholder terkait lainnya," sebutnya. "Oleh karena itu, ini adalah bentuk kolaborasi yang kita inginkan untuk peningkatan kapasitas," sambungnya. Sementara itu, terkait simulasi mitigasi bencana menjadi hal yang perlu dilakukan untuk mengevaluasi letak kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Pemkot Cimahi. "Kita gelar rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana ini di Mal Pelayanan Publik atau MPP ini karena di sini cukup lengkap, tidak hanya dalam konteks vertical rescue-nya, tapi juga untuk rescue-rescue yang lain," ucapnya. Pusdalops BNPB, Lukman menambahkan, secara prinsip ada tiga hal yang perlu dilakukan saat menghadapi bencana, yakni kesiapan, peringatan dan mitigasi. "Kesiapannya sudah dilakukan, simulasinya sudah dilakukan. Nah, untuk peringatan ini apakah sistemnya sudah berjalan, misalnya ada sirine, apakah masyarakat mengerti sirine itu untuk apa," ujarnya. "Jadi yang paling penting adalah masyarakat tahu atau tidak apa bunyi peringatan atau arti peringatan tersebut," sambungnya. Baca Juga : Eksekusi Juru Sita PN Bandung jadi Akhir Cerita BB1%MC Sehingga, kegiatan yang dilakukan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana hari ini merupakan bentuk peningkatan kapasitas yang pihaknya lakukan.