Pemkot Cimahi Siapkan Tapping Box hingga Layanan Pajak Jemput Bola
Pemkot Cimahi Siapkan Tapping Box hingga Layanan Pajak Jemput Bola
CIMAHI, Nyaringindonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempersempit celah defisit sekaligus menjaga agar program prioritas masyarakat tetap berjalan.
Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, Pemkot Cimahi memilih dua jalur sekaligus: menggenjot potensi pendapatan dan mengetatkan belanja internal pemerintah.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penguatan pendapatan daerah menjadi salah satu kunci agar kemampuan fiskal tetap terjaga.
“Dari sisi pendapatan, Pemkot Cimahi akan memperkuat optimalisasi PAD di tahun 2027 untuk mendorong kemampuan fiskal daerah,” ujar Ngatiyana.
Pemkot Cimahi menyiapkan tiga fokus utama dalam optimalisasi PAD, yakni pembenahan data objek pajak, pemanfaatan teknologi digital, serta pendekatan langsung kepada wajib pajak.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemutakhiran data objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Pembaruan tersebut mencakup penyesuaian luas tanah dan bangunan, pemutakhiran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), hingga pendataan objek pajak baru yang berpotensi meningkatkan penerimaan daerah.
Teknologi juga bakal menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.
Pemkot Cimahi akan mengoptimalkan penggunaan tapping box untuk memantau dan mengevaluasi penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya sektor makanan dan minuman.
Selain itu, pemerintah menyiapkan penggunaan smart cam pada water meter untuk meningkatkan transparansi pemungutan Pajak Air Tanah.
Sistem PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga akan dimigrasikan, disertai pengembangan layanan BPHTB secara daring.
Tak hanya mengandalkan sistem digital, Pemkot Cimahi juga menyiapkan strategi jemput bola.
Pelayanan pembayaran pajak akan diperluas ke sejumlah pusat keramaian agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah. Bahkan, layanan tersebut direncanakan tetap beroperasi pada hari libur.
Strategi ini diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kepada wajib pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan dan realisasi penerimaan daerah.
Di sisi lain, upaya memperkuat PAD dibarengi dengan penghematan belanja pemerintah.
Pemkot Cimahi akan melakukan efisiensi terhadap sejumlah pengeluaran penunjang internal, mulai dari biaya makan dan minum, alat tulis kantor (ATK), biaya perawatan, hingga kegiatan seremonial.
“Anggaran operasional diminimalisir secara optimal agar lebih banyak diarahkan untuk kepentingan masyarakat,” jelas Ngatiyana.
Menurutnya, pengelolaan APBD tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang tersedia. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Melainkan, bagaimana setiap rupiah kita pilihkan untuk hal yang paling penting dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
Dengan strategi tersebut, Pemkot Cimahi berharap penguatan PAD pada 2027 tidak hanya meningkatkan kapasitas fiskal daerah, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (Bzo)