Rembuk Stunting 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting
Rembuk Stunting 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Cimahi menggelar Rembuk Stunting Kota Cimahi Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi pada Rabu (4/3/2026) dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan stunting.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan sekadar agenda rutin pemerintah, tetapi merupakan program prioritas yang harus dijalankan secara konsisten.
Menurutnya, upaya penanganan stunting memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Cimahi pada masa mendatang.
“Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional dan daerah, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Cimahi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Cimahi Tahun 2025–2029,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, menjelaskan bahwa meskipun sejumlah indikator menunjukkan kemajuan, Kota Cimahi masih menghadapi tantangan dalam penanganan stunting.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Cimahi pada tahun 2025 tercatat sebesar 22,30 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 2,2 persen dibandingkan tahun 2023.
Namun demikian, data dari sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) menunjukkan tren berbeda. Angka stunting tercatat meningkat dari 9,54 persen pada tahun 2024 menjadi 9,81 persen pada tahun 2025.
Perbedaan tren data tersebut menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk melakukan evaluasi lebih mendalam terhadap program penanganan stunting.
“Meskipun kebijakan dan intervensi sudah berada di arah yang tepat, implementasi di tingkat keluarga, peningkatan kualitas layanan, serta validitas dan pemanfaatan data harus terus diperkuat secara optimal dan berkelanjutan,” jelas Adet.
Melalui Rembuk Stunting 2026, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan kembali komitmennya dalam memutus siklus stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Konsolidasi lintas sektor, penguatan data, serta intervensi berbasis wilayah diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting secara lebih efektif dan tepat sasaran. (VRM)