Pemkot Cimahi Peringati Nuzulul Qur'an 1447 H di Masjid Agung, Hadirkan Juru Bahasa Isyarat
Pemkot Cimahi Peringati Nuzulul Qur'an 1447 H di Masjid Agung, Hadirkan Juru Bahasa Isyarat
CIMAHI, indoartnews.com – Pemerintah Kota Cimahi menggelar apel peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat Kota Cimahi di Masjid Agung Kota Cimahi, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, ulama, pimpinan pondok pesantren, serta berbagai unsur masyarakat.
Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Sejak awal kegiatan, suasana religius terasa ketika para jemaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengatakan malam 17 Ramadan memiliki makna istimewa dalam sejarah Islam, karena pada malam tersebut diturunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
“Malam 17 Ramadan adalah malam spesial dalam sejarah Islam, yakni saat diturunkannya wahyu pertama kepada Baginda Nabi Muhammad SAW melalui Surah Al-A’laq ayat 1 hingga 5,” ujarnya.
Menurut Adhitia, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah turunnya Al-Qur’an, tetapi juga sebagai pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kami juga mengajak jemaah di Masjid Agung untuk bersama-sama memanjatkan doa khotmil Qur’an sebagai pengingat bahwa Al-Qur’an harus menjadi referensi dalam setiap aktivitas kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini juga menghadirkan tausiyah dari K.H. MD Ubaydillah AB. yang memberikan pesan-pesan keagamaan kepada para jemaah yang hadir.
Selain itu, kegiatan tersebut memiliki makna khusus karena Pemerintah Kota Cimahi menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) sehingga dakwah dan sambutan dapat diakses oleh penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.
“Ini menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kota Cimahi dalam mewujudkan kota yang inklusif. Dakwah dan sambutan pada malam Nuzulul Qur’an kali ini didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat sehingga pesan keagamaan dapat diakses oleh teman-teman penyandang disabilitas,” jelas Adhitia.
Ia menambahkan, kehadiran juru bahasa isyarat dalam kegiatan keagamaan menjadi simbol bahwa nilai-nilai Islam menjunjung tinggi keterbukaan serta menghargai keberagaman kondisi masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang inklusif dan penuh toleransi bagi siapa pun,” tuturnya.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap masyarakat tidak hanya memperingati turunnya Al-Qur’an secara seremonial, tetapi juga semakin memperkuat komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.**