"Pemkot Cimahi Resmikan Dua Nama Jalan Baru, Tegaskan Penghormatan terhadap Tokoh Bersejarah"

"Pemkot Cimahi Resmikan Dua Nama Jalan Baru, Tegaskan Penghormatan terhadap Tokoh Bersejarah"

KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi

resmi mengabadikan nama dua tokoh bersejarah daerah sebagai nama jalan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Wakil

Wali Kota Adhithia Yudhistira pada Rabu (18/02/2026), sebagai bentuk

penghormatan atas jasa dan pengabdian keduanya terhadap pembangunan

Kota Cimahi. Dua ruas jalan yang diresmikan yakni perubahan nama Jalan Jati Serut

menjadi Jalan Soedarna Tresna Manggala, serta Jalan Aruman di kawasan Mal

Pelayanan Publik (MPP) Cimahi yang kini berganti nama menjadi Jalan Dann

Sugandha.

Wali Kota Ngatiyana menegaskan, penetapan nama jalan tersebut tidak

dilakukan secara serampangan. Prosesnya melalui kajian dan pembahasan

mendalam selama kurang lebih delapan bulan, guna memastikan tokoh yang

diabadikan benar-benar memiliki rekam jejak dan kontribusi nyata bagi Kota

Cimahi.

“Semua melalui mekanisme dan prosedur. Tidak sehari dua hari. Kurang lebih

delapan bulan kami mengkaji siapa tokoh yang pantas dijadikan nama jalan

di Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana kepada awak media usai peresmian.

Salah satu tokoh yang diabadikan, Soedarna Tresna Manggala, dikenal

sebagai Kepala Kota Administratif (Kotif) Cimahi sebelum wilayah tersebut

resmi berstatus kota otonom. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur

Jawa Barat. Sementara Dann Sugandha turut dikenang atas dedikasinya

dalam pengabdian kepada masyarakat Cimahi.

Menurut Ngatiyana, kebijakan ini bukan sekadar pergantian nama jalan,

melainkan langkah strategis untuk menjaga memori kolektif masyarakat

terhadap sejarah dan perjuangan para tokoh daerah.

“Ini bentuk penghormatan atas jerih payah beliau-beliau yang telah

membawa nama baik Cimahi. Generasi sekarang dan mendatang harus

mengetahui siapa saja yang berkontribusi membangun kota ini,” tegasnya.

Penamaan jalan tersebut juga dilengkapi dengan aksara Sunda sebagai wujud

komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal. Langkah ini

dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas kedaerahan di

tengah perkembangan kota.

Ke depan, Pemkot Cimahi membuka peluang untuk kembali menelusuri tokoh tokoh lain yang dinilai layak diabadikan sebagai nama jalan, dengan tetap

melalui kajian akademis dan historis yang komprehensif. Di sisi lain, Pemangku Adat Sunda dan Priangan, Ramandha Aditya Alam Syah

atau yang akrab disapa Abah Alam, menyampaikan apresiasi atas komitmen

pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan

dan pelestarian budaya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjalanan karier Wakil

Gubernur Jawa Barat yang dinilainya memiliki kedekatan emosional dengan

Cimahi. Menurut Abah Alam, kepemimpinan yang menghargai budaya serta

terbuka terhadap aspirasi masyarakat menjadi kunci kemajuan daerah.

“Sosok beliau toleran terhadap budaya dan pembangunan kota. Banyak

aspirasi masyarakat yang bisa terwadahi. Penertiban dan pembenahan di

Cimahi menjadi contoh konkret komitmen terhadap kemajuan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pihak keluarga Soedarna Tresna Manggala. Anabil,

cucu almarhum, mengaku bangga atas peresmian nama jalan yang

menggunakan nama sang kakek.

“Ini menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus amanah untuk menjaga

nama baik dan meneruskan nilai-nilai yang telah beliau tanamkan,” katanya.

Peresmian dua nama jalan ini menjadi penanda bahwa Kota Cimahi tidak

melupakan sejarahnya. Di tengah dinamika pembangunan, pemerintah

daerah menegaskan komitmennya untuk tetap menghargai jasa para tokoh

yang telah meletakkan fondasi kemajuan kota. (Dip)