PPM Murni Stimulan! Ngatiyana Sebut Rp20 Juta per RT Hanya Sebagai Pemicu Semangat Warga Saja

PPM Murni Stimulan! Ngatiyana Sebut Rp20 Juta per RT Hanya Sebagai Pemicu Semangat Warga Saja

Pemerintah Kota Cimahi resmi menjadikan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai ujung tombak percepatan pembangunan. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan program ini dihidupkan kembali bukan untuk mengerjakan semuanya dari pemerintah, melainkan sebagai pemicu semangat warga.



“PPM ini program strategis utama. Intinya pembangunan berbasis masyarakat. Dana yang ada murni berperan sebagai stimulan atau pemicu saja,” tegas Ngatiyana saat memberi arahan, Rabu (13/05/2026).


Ia jelaskan, besaran alokasi dana Rp20 juta per RT itu bukan tujuan akhir. Angka tersebut disiapkan khusus hanya untuk membangkitkan kembali budaya swadaya dan gotong royong yang sudah melekat di warga Cimahi.


 


“Uang itu cuma alat pemantik. Supaya warga tergerak, bergotong royong membangun lingkungannya sendiri. Hasilnya pasti jauh lebih cepat dan pas dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya lugas.


 


Meski hanya berfungsi sebagai pemicu, pengawalan tetap ketat dijalankan. Di masa efisiensi anggaran ini, Ngatiyana berpesan keras: penggunaan harus bersih, transparan dan bebas penyimpangan.


 


Disnaker Kota Bandung Siapkan 3 Strategi Baru Perluas Kesempatan Kerja

Baca Juga:

Disnaker Kota Bandung Siapkan 3 Strategi Baru Perluas Kesempatan Kerja

“Jangan sampai ada temuan masalah. Kalau jalannya benar, manfaatnya dirasakan semua. Kalau melenceng, kita semua yang rugi,” tandasnya.


 


Keberhasilan pelaksanaan tahun 2025 dan 2026 ini menjadi penentu kelanjutan. Jika berjalan mulus sesuai prinsip stimulan ini, Pemkot pasti lanjutkan dana besar kembali di 2027 mendatang.


 


Terakhir ia ingatkan, tak boleh ada intervensi. Material harus berkualitas dan standar. Karena tujuan akhirnya satu: stimulan ini harus berubah jadi karya nyata yang awet dan berguna luas bagi warga. (K12)


Bagikan Berita Ini