Wali Kota Cimahi Hadiri Festival Kuliner Khas Jateng
Wali Kota Cimahi Hadiri Festival Kuliner Khas Jateng
PERAKNEW.com – Festival kuliner khas Jawa Tengah (Jateng) yang digelar di DPRD Kota Cimahi, pada Minggu 17 Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat dan Gelaran Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi akbar berbalut gerakan pangan murah.
Momentum pertemuan para perantau ini melibatkan 19 kabupaten di Jateng yang dihadiri 54 paguyuban itu disebut juga memperkuat jaringan ekonomi masyarakat kecil.
Selain tujuan silaturahmi, ratusan warga tampak memadati lokasi acara tampak menikmati festival kuliner, berbelanja kebutuhan pokok murah.
PJT memperkuat peran jaringan sosial dan ekonomi melalui gelaran festival kuliner dan silaturahmi akbar di DPRD Kota Cimahi. Kegiatan tersebut menjadi ruang temu lintas paguyuban, komunitas, serta pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan perantauan. Ia menyebut nilai kebersamaan sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang stabil dan berkelanjutan, “Yang penting kita ini rukun, damai hidup di perantauan. Tetapi jangan lupa, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Ngatiyana, Minggu, 17 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan PJT bukan sekadar tempat berkumpul para perantau, tetapi juga ruang untuk saling menjaga, membantu dan menguatkan satu sama lain.
Ngatiyana juga mengingatkan filosofi hidup masyarakat Jawa yang sarat nilai sosial dan kemanusiaan.
Baginya, semangat “Guyub Gayeng Saklawase” yang diusung dalam kegiatan tersebut, memiliki makna mendalam. Guyub berarti rukun dan saling menjaga, Gayeng bermakna hangat dan penuh kebahagiaan, sementara Saklawase berarti selamanya, “Sebagai orang timur, kita memahami betul bahwa urip iku urup (hidup itu nyala, red), hidup itu harus memberi manfaat kepada orang lain dan memberi manfaat kepada orang banyak,” ujarnya.
Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM binaan PJT, “Alhamdulillah, kegiatan festival kuliner dan silaturahmi akbar ini didukung puluhan paguyuban Jawa Tengah di Bandung Raya. Ada juga komunitas lain seperti Sanyuri (Santi Paguyuban Kediri) Priangan dan Forum Khonghucu yang ikut hadir,” kata Farhan.
Menurut Farhan, kolaborasi lintas komunitas itu menunjukkan bahwa paguyuban bisa menjadi jembatan sosial dan ekonomi bagi masyarakat perantau, khususnya kalangan akar rumput.
Dalam kegiatan itu, PJT Cabang Bandung Raya turut menggandeng Badan Pangan Nasional, Bulog, ID Food, serta sejumlah asosiasi pangan untuk membantu pelaku usaha kecil memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau, “Kami berharap teman-teman UMKM ini tidak kesulitan mencari bahan baku. Dengan adanya jaringan bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional, pelaku usaha kecil bisa lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok,” ujar Farhan.
PJT Cabang Bandung Raya juga menghadirkan sedikitnya 10 pelaku UMKM dengan berbagai produk unggulan khas Jawa Tengah. Mulai dari jamu tradisional, rambak Solo, bakso, hingga aneka makanan khas daerah lainnya. (Harold)