Bukan Sekadar Baca Buku, Perpustakaan Cimahi Ajak Anak Kenal Literasi Lewat Permainan hingga Bioskop Mini
Bukan Sekadar Baca Buku, Perpustakaan Cimahi Ajak Anak Kenal Literasi Lewat Permainan hingga Bioskop Mini
JPerkembangan teknologi dan semakin dekatnya anak dengan gadget menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan minat baca. Kondisi tersebut mendorong Perpustakaan Kota Cimahi mengambil pendekatan yang lebih kreatif dengan membangun ketertarikan anak terhadap perpustakaan sebelum mengajak mereka membaca.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari, mengatakan upaya meningkatkan minat baca anak tidak harus selalu diawali dengan aktivitas membaca buku.
Menurutnya, hal yang perlu dibangun terlebih dahulu adalah rasa penasaran dan keinginan anak untuk datang ke perpustakaan. Dengan pengalaman yang menyenangkan, anak diharapkan memiliki kesan positif terhadap perpustakaan.
“Yang sekarang sedang diupayakan untuk ditingkatkan adalah rasa ingin berkunjung ke perpustakaannya dulu,” ujar Dyah dalam keterangannya, belum lama ini.
Untuk menarik minat anak, Perpustakaan Kota Cimahi menghadirkan beragam kegiatan interaktif melalui program kunjungan sekolah. Anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga mengikuti permainan, ice breaking, aktivitas motorik, mendongeng hingga menonton film di bioskop mini.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah pandangan bahwa perpustakaan identik dengan ruangan yang sunyi dan hanya digunakan untuk membaca buku.
Perpustakaan kini diarahkan menjadi ruang belajar yang lebih ramah anak. Berbagai aktivitas dibuat agar anak merasa nyaman sekaligus mendapatkan pengalaman edukatif selama berada di perpustakaan.
Selain mengembangkan kegiatan secara langsung, Disarpusda Kota Cimahi juga memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkenalkan layanan perpustakaan.
Dyah mengatakan informasi mengenai kegiatan dan layanan perpustakaan turut disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan TikTok.
Pemanfaatan media sosial dinilai penting untuk menjangkau masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda yang sehari-hari tidak lepas dari perangkat digital.
Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan tidak hanya hadir sebagai tempat membaca, tetapi juga berusaha mengikuti pola interaksi masyarakat di era digital.
Masyarakat Kota Cimahi juga dapat memanfaatkan layanan perpustakaan tanpa harus selalu datang secara langsung.
Salah satunya melalui aplikasi Cimalib yang dapat diakses menggunakan perangkat digital. Aplikasi tersebut tersedia melalui Play Store dan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan perpustakaan secara lebih fleksibel.
Upaya menggabungkan layanan konvensional dengan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari strategi Perpustakaan Kota Cimahi dalam mendekatkan literasi kepada masyarakat.
Dengan berbagai aktivitas yang lebih interaktif serta dukungan layanan digital, perpustakaan diharapkan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, melainkan sebagai ruang belajar, bermain, dan mengenal berbagai pengalaman literasi bagi anak.