Cimahi Luncurkan Tour Library Funtastic, Perpustakaan Dorong Literasi Lewat Mini Bioskop

Cimahi Luncurkan Tour Library Funtastic, Perpustakaan Dorong Literasi Lewat Mini Bioskop

Dinas Arsip dan  Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi resmi meluncurkan kegiatan Tour  Library Funtastic di Perpustakaan Umum Kota Cimahi, Selasa 23/6/2026.Demografi


Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Disarpusda untuk mendekatkan  perpustakaan kepada masyarakat, khususnya pelajar, dengan suasana yang lebih interaktif dan menyenangkan.


Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang hadir dalam peluncuran tersebut menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. “Membaca tidak serta merta terpaku pada bentuk fisik buku, bisa melalui smartphone ataupun perangkat digital lainnya. Meski demikian, bentuk fisik buku ini juga tidak bisa dihilangkan begitu saja,” ujar Ngatiyana.


Perpustakaan Harus Jadi Ruang Interaksi dan Ide Kreatif   Menurut Ngatiyana, perpustakaan masa kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyediaan bahan bacaan. Perpustakaan juga harus menjadi ruang interaksi, literasi, dan diskusi bagi masyarakat.


“Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong berbagai inovasi agar Perpustakaan Daerah Kota Cimahi mampu menjadi ruang publik yang melahirkan ide-ide kreatif dan produktif dari masyarakat,” jelasnya.


Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah mini bioskop di lingkungan perpustakaan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan khususnya oleh pelajar sebagai sarana hiburan sekaligus edukasi.


Ngatiyana juga menyoroti pemindahan lokasi Perpustakaan Daerah Kota Cimahi. Sebelumnya berada di kawasan Jalan Jati, kini perpustakaan menempati lokasi baru yang dekat dengan Alun-Alun Kota Cimahi. Menurutnya, lokasi baru memiliki keunggulan karena berada dekat dengan sekolah-sekolah serta kawasan ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan minat baca warga.


Melalui Tour Library Funtastic dan berbagai inovasi lainnya, Pemkot Cimahi berharap perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat sepi dan kaku, melainkan ruang publik yang hidup, inklusif, dan ramah bagi semua usia.***