Pemkot Cimahi “Apresiasi” Siswa SD Pembaca Buku Terbanyak

Pemkot Cimahi “Apresiasi” Siswa SD Pembaca Buku Terbanyak

Cimahi, eSKonCer.com, – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Arsip Daerah, tahun 2015, kembali memberikan penghargaan kepada anak sekolah dasar (SD) di Kota Cimahi sebagai pembaca buku. Apresiasi ini menjadi bagian dari program Jambore Cimahi Reading Habit (CRH), sebuah program literasi yang telah berjalan sejak 2014, sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca sejak dini. 


Melalui jambore CRH tahun ini pula, Walikota Cimahi Ngatiyana didampingi Bunda Literasi Kota Cimahi Midjiati Ningsih memberikan penghargaan kepada 10 siswa SD pembaca buku terbanyak. Para siswa penerima penghargaan itu telah membaca buku fisik maupun digital, kemudian membuat resume yang dikumpulkan kepada guru atau pustakawan. Hasilnya kemudian direkap dan dilaporkan untuk mendapatkan penghargaan sesuai capaian jumlah buku. Dengan mekanisme 5R – Read, Resume, Recap, Report, Reward, program ini tidak hanya menekankan pada aktivitas membaca, tetapi juga mendorong kemampuan menulis, berpikir kritis, serta disiplin belajar.


Ke-10 anak SD penerima penghargaan tersebut adalah para pembaca 104-330 buku. Penghargaan diberikan Walikota Cimahi di hadapan 150 siswa SD peserta jambore lainnya yang sudah membaca lebih dari 30 buku.


Pemerintah Kota Cimahi menegaskan kembali bahwa literasi adalah fondasi penting untuk membangun generasi cerdas, kritis, dan berkarakter. Budaya membaca diyakini mampu memperkuat daya saing anak-anak Cimahi sekaligus menjaga identitas budaya daerah.


“Budaya membaca harus menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kita. Dengan membaca, mereka tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan dan mempertajam karakter. Inilah bekal untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan,” tutup Ngatiyana.


Kepada wartawan, Ngatiyana menegaskan bahwa dalam acara ini pihaknya turut bangga melihat langsung anak-anak SD di Kota Cimahi masih memiliki kebiasan membaca dan menulis sekaligus pengetahuan berliterasi Sunda. Menurutnya, anak-anak tidak boleh selalu bermain HP. Mereka harus membiasakan diri membaca sekaligus menulis dan menambah wawasan kebudayaan daerah yaitu budaya Sunda. “Saya sudah tanya langsung tadi ke anak-anak SD, apakah anak-anak SD juga menerima ilmu dari guru-guru terkait kebudayaan Sunda. Anak-anak SD mengaku sudah mendapatkan transfer ilmu tentang etika, juga aksara dan bahasa Sunda. Anak-anak harus senantiasa dibina semangat membaca dan menulis serta kecintaan pada budaya Sunda”, kata Ngatiyana.


Selain program Jambore Reading Habit, Pemkot Cimahi terus menghadirkan inovasi layanan literasi. Antara lain aplikasi e-Lib Cimahi yang memungkinkan masyarakat membaca buku digital kapan saja, Perpustakaan Umum Kota Cimahi dengan 14.721 judul koleksi, dua unit mobil perpustakaan keliling, serta sudut baca di kelurahan, kecamatan, hingga Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) dan Kotak Literasi Warga Cimahi (Kolwaci). Upaya ini terbukti meningkatkan jumlah pemustaka aktif dari 32.090 orang pada 2023 menjadi 40.152 orang pada 2024. 


 


***Desmanjon