Cireundeu Festival 2024 Upaya Menjaga Seni Tradisi Leluhur di Tengah Arus Modernisasi
Cireundeu Festival 2024 Upaya Menjaga Seni Tradisi Leluhur di Tengah Arus Modernisasi
Kampung Adat Cireundeu yang berlokasi di wilayah Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi merupakan salah satu kampung adat yang ada di Kota Cimahi yang sarat dengan nilai-nilai tradisi budaya. Masyarakat KampungAdat Cireundeu sejak dibangun leluhurnya hingga saat ini sangat menghormati alam dan masyarakatnya sangat konsisten dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Pernyataan tentang Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi tersebut disampaikan Pejabat Wali Kota Cimahi Dr. Ir. Dicky Saromi, M.s., saat memberikan sambutannya pada acara Cireundeu Festival 2024, Jumat 6 Desember 2024. “Kegiatan Cireunde Festival tahun ini merupakan kegiatan Cireundeu Festival untuk keduakalinya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Cimahi,” kata Dicky Saromi.
Tahun 2024 ini menurut Dicky Saromi, Cireunde Festival bertajuk “Budaya Tunggul Ning Rahayu”. Pada kegiatan tahun ini, Cireunde Festival diharapkan mampu menjadikan budaya sebagai sumber kemakmuran tidak hanya bagi masyarakat Kampung Adat Cireundeu dan Kota Cimahi saja, tetapi juga bagi masyarakat Jawa Barat dan umumnya bagi umat manusia. “Tempat kita berkumpul ini adalah tempat di ujung selatan Kota Cimahu, dimana terdapat kampung adat yang sarat dengan tradisi budayanya. Dimana masyarakatnya sangat menghormati alam, bagaimana masyarakatnya konsisten melestarikan warisan budaya leluhur,” kata Dicky Saromi.
Menurut Dicky saromi, Kampung Adat Cireundeu memiliki filosofi yang mendalam, dimana semua masyarakatnya diwajibkan untuk menjaga alam. “Apabila kita menjaga alam, maka alampun akan menjaga kita dan dimasa depan alam akan menjadi sempit karena banyak kepentingan,” ujar Dicky Saromi.
Warisan budaya leluhur Kampung Adat Cireundeu menurut Dicky Saromi menjadikan singkong sebagai makanan pokok telah menjadi contoh dan ciri ketahanan pangan lokal. “Keun bae teu boga sawah asal boga pare, teu boga pare asal boga beas, teu boga beas asal bisa nyangu, teu nyangu asal bisa dahar, teu dahar asal kuat . Saha anu nguatkeun, anu nguatkeun anu maha kuat. Filosofi inilah yang membuktikan masyarakat Kampung Adat Cireundeu tetap eksis di era modern,” jelas Dicky Saromi. Diaktakan Dicky Saromi bahwa Cireundeu Festival 2024 bukan hanya sekedar perayaan. Namun juga menjadi sarana penting untuk melestarikan nilai-nilai Kampung Adat dan memperkenalkan serta mengembangkan Kampung Cireundeu. “Meski infrastruktur dan amenitas wisata menjadi kendala. Namun kami tersu berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan di wilayah serta memberikan harapan baru bagi masyarakat di Kampung Adat Cireundeu,” kata Dicky Saromi.
Ditegaskan Dicky saromi bahwa pihaknya merasa yakin kalau Cireundeu Festival adalah merupakan upaya memperjuangkan keberlanjutan nilai-nilai adat yang sangat penting untuk wilayah Kampung Adat Cireundeu. Masyarakat Kampung Adat Cireundeu telah menunjukan kepada masyarakat luas betapa besar semangat dan kekayaan budaya yang dimiliki. “Saya berharap Cireundeu Festival tahun ini dapatr membawa manfaat dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi seni budaya yang bermutu serta mencerminkan identitas lokal. Mari kita jadikan kearifan budaya lokal ini sebagai salah satu unsur yang dapat meningkatkan citra daerah, jadikan event Cireundeu Festival ini sebagai modal berharga untuk memahami betapa pentingnya pelestarian seni buaya daerah,” pungkas Dicky Saromi.
Selain menampilkan seni tradisi kampung Adat Cireundeu berupa seni tutunggulan atau memainkan lesung dan alu, juga menampilkan kesenian tradisi Angklung Buncis sebagai pembuka Cireundeu Festival. Di Cireundeu Festival juga diselenggarakan permainan tradisional kaulinan anak-anak, pasanggiri calung, berbagai tarian tradisional, wayang golek dan juga ada kegiatan Jelajah Wisata berupa kegiatan touring menyusuri kawasan Kampung Adat Cireundeu dan sekitarnya.***
Sumber : https://galamedia.pikiran-rakyat.com/humaniora/pr-358850863/cireundeu-festival-2024-upaya-menjaga-seni-tradisi-leluhur-di-tengah-arus-modernisasi