Dijuluki Kota Tentara, Cimahi Ternyata Punya Eco Wisata Cimenteng yang Jarang Diketahui

Dijuluki Kota Tentara, Cimahi Ternyata Punya Eco Wisata Cimenteng yang Jarang Diketahui

INILAHKORAN, Cimahi - Kota Cimahi yang dikenal sebagai Kota Tentara ternyata masih menyimpan potensi di bidang pariwisata yang masih jarang diketahui masyarakat luas. Salah satunya, seperti Eco Wisata Cimenteng yang berlokasi di RT 02/12 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Tepatnya, bekas Desa Wisata Cimahi Terobosan (Dewi Citos) yang merupakan tempat favorit adu ketangkasan domba-domba dari berbagai daerah. Namun, Desa Wisata Citos tersebut kini hanya tinggal cerita lantaran sejak tahun 2017, tempat itu tak lagi dikelola dan dibiarkan terbengkalai. Penyebabnya, minimnya pengunjung dan pecinta domba yang datang ke sana mulai mengikis dan semakin terpuruk pada tahun tersebut. Pada 2021, Pemkot Cimahi dengan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Jawa Barat sebesar Rp4,5 miliar. "Eco Wisata Cimenteng sendiri mengusung konsep wisata berbasis pada pendidikan. Mulai dari edukasi perkebunan hingga peternakan dan sebagainya yang berbau alam," kata Kasi Pariwisata Disbudparpora CImahi Hendra Gunawan kepada wartawan. Menurutnya, lokasi pengembangan Eco Wisata Cimenteng yang dulunya Dewi Citos itu memiliki daya tarik tersendiri. Panorama alam yang disajikan di sana cukup menyegarkan untuk ukuran di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi seperti di Kota Cimahi. "Proyek Eco Wisata Cimenteng telah memiliki Detail Engineering Design (DED) sejak 2019. Pembangunan seharusnya dimulai pada 2020, namun terhambat oleh pandemi COVID-19," tuturnya. Alhasil, pemerintah daerah tidak dapat melaksanakan DED secara langsung karena keterbatasan dari provinsi dan pemerintah kota. Kendati demikian, Disbudparpora Kota Cimahi mengusulkan peningkatan proyek Eco Wisata Cimenteng ke pihak provinsi dengan anggaran Rp3,75 miliar. Namun, hanya Rp1,7 miliar dari APBD Kota disetujui, termasuk untuk pembangunan fisik dan Detail Engineering Design (DED). Dana untuk pembangunan fisiknya mencapai Rp1,4 miliar. "Anggaran pembangunan tahap pertama dari provinsi baru diluncurkan pada tahun 2021. Pelaksanaan tahap pertama dimulai pada bulan September 2021," terangnya. "Awalnya yang terbangun hanya alun-alun mini, Musholla, toilet, TIC, informasi center, pendopo, sama guest house di bagian atas," sambungnya. Pada 2022, sambung Hendra, Pemprov Jabar tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tembok penahan tanah. Namun, karena kondisi kritis di area perbatasan dengan tanah penduduk, pemerintah memutuskan untuk melakukan pengadaan langsung pembangunan tembok dari APBD. "Tahun 2023 kita tidak mendapatkan bantuan dari provinsi, tapi kita meluncurkan sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Cimahi, kita membangun food court dan jalan setapak, dan yang di bangun itu air mancur," paparnya

sumber: https://www.inilahkoran.id/dijuluki-kota-tentara-cimahi-ternyata-punya-eco-wisata-cimenteng-yang-jarang-diketahui