Pemkot Cimahi Kukuhkan Komitmen Jaga Identitas dan Kesejahteraan Pelaku Seni

Pemkot Cimahi Kukuhkan Komitmen Jaga Identitas dan Kesejahteraan Pelaku Seni

Kompas86id.com ,Cimahi – Kota Cimahi yang heterogen namun kaya akan potensi kebudayaan membutuhkan ruang dialog yang konstruktif. Hal itu disampaikan Wali Kota Cimahi saat membuka Kegiatan Dialog Budaya Kota Cimahi 2026 di Gedung Cimahi Techno Park, Rabu (10/9/2026).Baca Juga:

Dari Sampah ke Aset Daerah: Ngatiyana Ajak Warga Cimahi Bangun Kota Lewat 3 Raperda Baru


Kegiatan yang diikuti kurang lebih 100 peserta dari kalangan tokoh, pegiat, akademisi, dan pelaku kebudayaan ini menjadi forum untuk menyampaikan pemikiran, gagasan, dan solusi nyata demi pelestarian kebudayaan di Kota Cimahi.


“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang telah ikut berpartisipasi mensukseskan kegiatan hari ini.


Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat serta DPRD Provinsi Jawa Barat atas sinergi, kolaborasi, dan dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Wali Kota.



Momentum tahun ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional 2026. Peringatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat pelestarian serta pengembangan nilai-nilai kebudayaan di Kota Cimahi.


“Peringatan Hari Aksara Internasional harus menjadi pemantik kebangkitan literasi budaya di Kota Cimahi agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak meragukan akar budayanya sendiri.


Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan aksara, bahasa, serta tradisi seni daerah menjadi penanda identitas yang tidak boleh pudar,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga secara resmi mengukuhkan Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cimahi Periode 2026-2030.


“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cimahi periode 2026-2030 yang baru saja resmi dikukuhkan. Dewan Kebudayaan merupakan mitra strategis pemerintah daerah,” ujarnya.


Ia berharap pengurus yang baru dikukuhkan ini terus konsisten menjadi wadah aspirasi, dan membangun sinergi serta kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akademisi, hingga masyarakat luas.



Pemerintah Kota Cimahi meyakini bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kekayaan spiritual, kreativitas, dan ekspresi budaya warganya.


Oleh karena itu, slogan yang diusung dalam momentum hari ini sangatlah pas dan visioner, yaitu "KREATIF WARGA-NA, MANTAP KARYA-NA, MAJU KOTA-NA, HEPI BUDAYAWAN-NA.


"KREATIF WARGA-NA, menunjukkan daya cipta dan inovasi masyarakat Cimahi yang tiada henti dalam merawat serta mengolah potensi lokal.


MANTAP KARYA-NA, menegaskan komitmen bahwa setiap karya seni, bahasa, dan kebudayaan yang dihasilkan memiliki mutu tinggi serta daya saing unggul. MAJU KOTA-NA, melambangkan pembangunan kebudayaan yang kokoh akan menjadi daya dorong utama bagi kemajuan Kota Cimahi secara menyeluruh dan bermartabat.


HEPI BUDAYAWAN-NA, berarti kesejahteraan, kebahagiaan, dan rasa dihargai bagi para pelaku seni serta budayawan harus senantiasa menjadi perhatian utama kita bersama.


Melalui forum dialog budaya ini, Wali Kota mengajak seluruh elemen pemerintah, akademisi, komunitas, hingga para pelaku seni untuk memperkuat kolaborasi.Hadirin sekalian,


“Mari kita manfaatkan forum ini secara optimal untuk memperkuat identitas budaya Kota Cimahi.”Selanjutnya dengan mengucapkan Bismillahirrahmannirrahim, kegiatan Dialog Budaya Kota Cimahi Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka.


“Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu sekalian, mohon maaf apabila dalam penyampaian terdapat tutur kata yang kurang berkenan.”