Migrasi Penduduk Masih Negatif, 112 Pendatang “Hijrah” ke Cimahi Sepekan Usai Lebaran

Migrasi Penduduk Masih Negatif, 112 Pendatang “Hijrah” ke Cimahi Sepekan Usai Lebaran

CIMAHI GARDA INDONESIA.COM- Meski tren tahunan menunjukkan warga keluar lebih banyak dari yang masuk, Disdukcapil Kota Cimahi mencatat ada 112 pendatang baru dari luar Jawa Barat yang menetap di Cimahi dalam sepekan pasca-Idulfitri 2026. Pada Maret 2026, 439 orang tercatat pindah masuk, berbanding 448 orang yang pindah keluar. 


Baca Juga:

WFH Perdana di Pemkot Cimahi: Parkiran Sepi, Layanan Publik Tetap Jalan

Tempatnya Kita Pikirkan Sama-sama”: Pemkot Cimahi Godok Venue untuk Pelaku Seni

Lurah Padasuka Sambangi SD-SMP, Serap Aspirasi Guru demi Lingkungan Belajar Kondusif

Kepala Disdukcapil Tri Lospala Candra menyebut mobilitas didominasi antar kabupaten/kota: 254 warga pindah keluar dalam lingkup kabupaten/kota, 89 antarprovinsi. Sementara 249 pendatang masuk dari luar kabupaten/kota dan 83 dari luar provinsi. 




"Pendataan dilakukan lewat fitur Pandacima melibatkan RW, kelurahan, hingga kecamatan. Pendatang diimbau segera lapor administrasi kependudukan agar data akurat,"ucap Tri Kamis (2/4/2026)




Sepanjang 2025, 603 orang pindah masuk sebulan usai Lebaran, tapi 718 orang keluar. Migrasi neto Cimahi tetap negatif: 2023 masuk 6.239 vs keluar 6.530; 2024 masuk 6.042 vs keluar 6.553. 




Jumlah penduduk naik dari 575.519 jiwa di 2023, menjadi 581.994 di 2024, lalu 584.820 di 2025. Namun laju pertumbuhan melambat dari 1,13% jadi 0,49%. Penduduk nonpermanen turun dari 1.902 di 2023 jadi 477 di 2024, lalu 481 di 2025. 




"Tri menilai tekanan kepadatan wilayah bikin sebagian warga geser ke daerah penyangga. Data mobilitas ini jadi tantangan akurasi adminduk dan dasar perencanaan pembangunan," pungkasnya. (**)