Bapperida Perkuat Turunkan Angka Stunting Melalui Rembug Stunting

Bapperida Perkuat Turunkan Angka Stunting Melalui Rembug Stunting

KOMPAS86ID.COM 


CIMAHI — Upaya pemerintah Kota Cimahi dalam mewujudkan penurunan angka Stunting terus dilakukan. Melalui Rembug Stunting pemerintah Kota Cimahi Optimis menurunkan angka stunting.


Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan.



Rembug Stunting bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting, sekaligus meningkatkan koordinasi antar lembaga dan masyarakat untuk menurunkan angka stunting, serta upaya untuk meningkatkan akses masyarakat ke layanan kesehatan dan gizi yang berkualitas.


 

Dengan Rembug Stunting, diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak di Kota Cimahi. 


Wakil Wali Kota Cimahi, Aditia Yudistira, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan hanya agenda rutinitas, tetapi merupakan program prioritas yang harus dijalankan secara konsisten. Ia menekankan bahwa upaya ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Cimahi di masa mendatang.


“Percepatan penurunan stunting ini merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional dan daerah, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Cimahi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Cimahi Tahun 2025–2029,” ujarnya. Rabu (4/3) di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi.


Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, menjelaskan bahwa Kota Cimahi masih menghadapi tantangan serius meskipun sejumlah indikator menunjukkan kemajuan.


Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Kota Cimahi pada tahun 2025 tercatat di angka 22,30 persen. Angka ini menunjukkan penurunan 2,2 persen dibandingkan tahun 2023, menandakan progres positif di tingkat makro.


Namun, data dari sistem E-PPGBM menunjukkan kondisi yang berbeda. Angka stunting justru meningkat, dari 9,54 persen pada 2024 menjadi 9,81 persen pada 2025. Perbedaan tren ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk melakukan evaluasi lebih mendalam.


Berdasarkan hal tersebut, Adet menekankan urgensi perbaikan secara menyeluruh.


“Meskipun kebijakan dan intervensi sudah berada di arah yang tepat, implementasi di tingkat keluarga, peningkatan kualitas layanan, serta validitas dan pemanfaatan data harus terus diperkuat secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya. Dengan pelaksanaan Rembuk Stunting 2026, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan kembali komitmennya dalam memutus siklus stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Konsolidasi lintas sektor, pemantapan data, serta intervensi berbasis wilayah menjadi strategi utama agar penurunan stunting berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. (One)**