BPJS Kesehatan: 21 Rumah Sakit Cimahi dan Bandung Barat Raih Bintang Nasional
BPJS Kesehatan: 21 Rumah Sakit Cimahi dan Bandung Barat Raih Bintang Nasional
Kembali, BPJS Kesehatan Cabang Cimahi terus berkomitmen guna memprioritaskan kepuasan peserta sesuai yang diamanatkan undang-undang dan peraturan presiden (Perpres). Hal tersebut, dibuktikan dengan beragam capaian yang dikemas melalui Penyerahan Penghargaan dan Rekonsiliasi Data Fasilitas Kesehatan yang dihelat di Hotel Harris Citilink, Kota Bandung, Kamis (25/6/2026).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi Cecep Heri Suhendar menyatakan dari total 22 rumah sakit yang saat ini telah menjadi mitra BPJS Kesehatan, terdapat 21 RS sudah memperoleh penghargaan berperingkat bintang mulai dari bintang 3 sampai bintang 5 dari kantor pusat.
"Ya, hal ini tentunya seluruh fasilitas tersebut sudah memenuhi standar kualitas pelayanan dan transformasi digital yang sangat ketat tanpa ada kesenjangan yang mencolok. Tentunya, baik antara rumah sakit milik pemerintah maupun swasta hingga fasilitas kesehatan ke tingkat Puskesmas," ucapnya.
Hal tersebut dibuktikan seperti Puskesmas Cililin, kata dia, berhasil meraih prestasi sangat istimewa sebagai juara kedua di tingkat nasional. Hal itu, menjadi bukti nyata kualitas layanan yang tak kalah bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.
“Alhamdulillah, seperti hari ini kan, sudah banyak sekali mendapat penghargaan. Tidak hanya lokal karena ini di semester 1, namun kami juga banyak yang dari tingkat nasional," papar Cecep.
"Bahkan kita semua tahu, Puskesmas Cililin ini sudah juara 2 nasional. Untuk di cabang Cimahi ini total ada 22 rumah sakit, 21 RS nya telah memperoleh penghargaan dari BPJS Kesehatan Pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Cecep, salah satu perubahan paling terasa dan diapresiasi oleh masyarakat itu, yakni penurunan antrian atau waktu tunggu pelayanan yang sangat signifikan.
"Dulu antrian itu peserta sering kali harus menunggu dua hingga tiga jam untuk memperoleh pelayanan, saat ini rata-rata waktu tunggu di wilayah Cimahi dan Bandung Barat berhasil dipangkas menjadi ya kurang lebih satu jam saja. Bahkan sering kali bisa lebih cepat yakni 58 atau 59 menit saja, hal itu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan," bebernya.
Menurut Cecep, perbaikan tersebut terjadi berkat sinergi yang kuat terjalin erat antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan, Pemkot Cimahi, dan Pemkab Bandung Barat. Tentunya, dengan secara konsisten memberikan dukungan penuh dan mendorong perbaikan demi kelancaran sistem kesehatan di daerah.
“Ya, waktu tunggu antrian layanan ini, di Kota Cimahi dan KBB itu, rata-rata kita sudah sekitar 1 jam, namun kadang-kadang ada yang 59, 58 menit, hal itu sesuai Permenkes," imbuhnya.
"Nyak janten henteu pakgelek-gelek teuing, henteu riweuh teuing (Jadi tidak terlalu berdesakan dan tidak ribet). Dulunya kan bisa hampir 2 jam, atau 3 jam loh antrian kita itu,” katanya.
Di akhir masa jabatannya, Cecep tidak hanya meninggalkan warisan berupa kinerja kelembagaan yang terbaik dengan tingkat kepatuhan SDM tertinggi se-Jawa Barat. Tetapi juga pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yang menjamin akses kesehatan bagi sekitar 2,4 juta penduduk diwilayah Kota Cimahi dan Bandung Barat.
"Alhamdulillah, penghargaan yang dibagikan ini menunjukkan dominasi penggunaan teknologi digital melalui fitur Antrean Online Mobile JKN. Untuk kategori Rumah Sakit Umum, RS TNI Dustira (Tipe B), RSU Kasih Bunda (Tipe C) dan RSU Baros (Tipe D) keluar sebagai pemenang utama dengan capaian antrean digital cukup tinggi," tukas Cecep.
"Kemudian disusul RSIA Buah Hati Lembang untuk kategori Rumah Sakit Khusus serta Klinik Utama Kiera yang mendapatkan angka luar biasa hampir menyentuh 100 persen pemanfaatan sistem daring," ungkapnya.
Untuk di tingkat layanan primer, kata Cecep, Puskesmas Cililin, Klinik Pratama Al Ikhlas 1, dan sejumlah tempat praktik mandiri dokter dan dokter gigi telah tercatat memiliki kinerja terbaik dalam mengkombinasikan kemudahan akses digital dengan jumlah kunjungan yang cukup tinggi.
Sedangkan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kota Cimahi, Hendra Gunawan menjelaskan, raihan penghargaan hari ini menjadi indikator utama dalah pelayanan kesehatan di Cimahi telah bergerak maju menuju taraf optimal berbasis teknologi digital.
Hal itu, kata Hendra, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi sektor kesehatan di Cimahi, saat ini berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat. Bahkan sebagai bukti nyata telah berhasil meraih penghargaan utama UHC Award di tingkat nasional, satu tingkat lebih tinggi dari kategori yang dicapai oleh Bandung Barat.
"Ya, kami terus berkomitmen menjamin kepesertaan bagi warga yang kurang mampu walaupun di tengah tantangan efisiensi anggaran, namun demi memastikan hak dasar kesehatan tetap terpenuhi secara nyata," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Nur Djulaeha mengatakan bahwa kerja sama yang terjalin selama ini sangat positif dan sangat mendukung penuh perluasan jangkauan layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) ini.
Namun, kata dia, mengingatkan agar ke depannya terus diperkuat sosialisasi dan pendampingan langsung ke masyarakat hingga di pelosok daerah. Hal itu, mengingat masih banyak keluhan warga yang kesulitan menggunakan sistem pendaftaran daring akhirnya urung berobat karena gagap teknologi (gaptek).
"Harus kami akui adanya tren peningkatan kualitas layanan yang konsisten sejak masa kepemimpinan Penjabat Bupati sampai saat ini ya, berdampak dan dirasakan nyata oleh masyarakat Bandung Barat," pungkasnya.