Dinkes Cimahi Gencarkan Edukasi Cegah Campak, 16 Kasus Positif dari 125 Suspek

Dinkes Cimahi Gencarkan Edukasi Cegah Campak, 16 Kasus Positif dari 125 Suspek

Cimahi, Suara Pakat.Com- Dinas Kesehatan Kota Cimahi memperkuat edukasi pencegahan campak ke masyarakat setelah mencatat 125 kasus suspek dengan 16 di antaranya terkonfirmasi positif. Langkah ini diambil menyusul masih ditemukannya penolakan vaksinasi di beberapa wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cimahi Dwihadi Isnalini menjelaskan tantangan terbesar datang dari rendahnya pemahaman warga soal manfaat vaksin.


“Masih ada yang menolak karena kurang informasi, terpengaruh isu, hingga kekhawatiran terkait aspek kehalalan,” kata Dwihadi, Kamis (9/4/2026).Kesehatan

Campak merupakan penyakit menular akibat virus yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Dampaknya tidak ringan, mulai dari gangguan saraf hingga kematian, terutama pada anak-anak dan orang dewasa dengan daya tahan tubuh rendah. Gejala awal yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi disertai ruam kemerahan di kulit," tambahnya.

"Menjawab kondisi tersebut, Dinkes Cimahi menggencarkan sosialisasi langsung ke lingkungan warga, sekolah, dan posyandu. Materi edukasi menekankan bahwa vaksin campak aman, halal, dan menjadi perlindungan paling efektif. Petugas juga meluruskan informasi keliru yang beredar di media sosial," tegas Dwihadi Isnalini.

Temukan lebih banyak
Kesehatan Masyarakat
Pemerintah Pusat & Daerah
Kesehatan
Di sisi lain, Dinkes memastikan ketersediaan vaksin tetap terjaga. Stok didistribusikan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan sudah disalurkan ke puskesmas serta fasilitas layanan imunisasi. Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan gratis ini tanpa menunda.

"Upaya masif tersebut diharapkan mendongkrak kesadaran warga untuk ikut program imunisasi. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, rantai penyebaran campak di Kota Cimahi dapat diputus dan kelompok rentan terlindungi maksimal," tutup Dwihadi Isnalini. (Rustandi)