Jumlah Kasus di DBD Naik Signifikan, Dinkes Kota Cimahi Imbau Warga Lakukan PSN
Jumlah Kasus di DBD Naik Signifikan, Dinkes Kota Cimahi Imbau Warga Lakukan PSN
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cimahi mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024, dengan jumlah kasus yang meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut diduga karena perubahan iklim dan faktor cuaca disebut menjadi penyebabnya. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Cimahi menyebut kasus DBD tahun 2024 lalu mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya yakni mencapai 822 kasus dan 6 orang diantaranya meninggal dunia.Baca Juga: Langkah Jitu Pemkot Bandung Cegah Meningkatnya Kasus DBD Sebelumnya, pada tahun 2023 kasus DBD di Kota Cimahi berjumlah 363 kasus dan dua orang diantaranya meninggal dunia. Dari jumlah tersebut terlihat peningkatan kasus yang cukup tinggi. "Data DBD sepanjang tahun 2024 ada peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Dwihadi Isnalini,dikutip prfmnews.com dari pikiranrakyat.com Puncak kasus DBD di tahun 2024 tertinggi terjadi pada Januari 145 kasus, Februari 154 kasus, Maret 162 kasus. Baca Juga: Mendikdasmen Terima 3 Usulan Jadwal Libur Sekolah Saat Ramadhan 2025, Kapan Keputusan Diumumkan? "Setelah April, kasusnya mulai melandai. Tapi harus tetap waspada, karena pada musim hujan dan peralihan menjadi masa waktu yang perlu diwaspadai untuk penularan DBD," ucapnya. Dwihadi Isnalini juga menjelaskan bahwa faktor perubahan iklim turut berkontribusi terhadap peningkatan kasus tersebut.
Seperti cuaca yang tidak menentu, dengan hujan yang datang tiba-tiba disertai musim kemarau, memicu terjadinya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. “Perubahan iklim mempengaruhi jumlah kasus DBD, tidak hanya di Cimahi, tetapi juga di wilayah lainnya. Cuaca yang berubah-ubah, hujan lalu kemarau, seringkali menciptakan genangan air, yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujar Dwihadi. Ia menambahkan, berkaca pada kasus DBD tahun lalu mayoritas warga yang terjangkit merupakan anak-anak. Sementara itu, pemicu tingginya angka kematian karena telatnya penanganan medis serta adanya penyakit penyerta. Baca Juga: Bandingkan Suporter Timnas Indonesia dan Belanda, Kluivert Ungkap Cara Gaet Hati Fans Skuad Garuda “Kasus di tahun 2024 mayoritas kena anak-anak. Mungkin karena lingkungan bermain dan lembaga pendidikan masih jadi sarang nyamuk,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, dengan jumlah kasus yang tinggi tersebut pihaknya mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Kamipun menyarankan masyarakat Kota Cimahi menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Seperti bunga lavender, daun sirih dan daun mint. Sebab, tanaman-tanaman tersebut diyakini bisa mengusir nyamuk penyebar virus DBD,” katanya. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diterapkan. Termasuk bersih-bersih lingkungan lewat aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan dilakukan 3M Plus, yaitu menguras tempat atau wadah penampung air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan menimbun barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air menggenang. Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. "Juga menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain," tambahnya.
Nyamuk Aedes aegypti tak hanya berkembang biak di luar rumah, juga berpotensi juga hidup di dalam rumah seperti sangkar burung dan genangan air sisa dispenser maupun lemari es. "Jangan sampai jentik nyamuk dibiarkan tumbuh dan berkembangbiak. Masyarakat diharapkan muncul kesadaran mencegah penularan DBD melakukan pemberantasan sarang nyamuk, apalagi dengan musim hujan. Jadi pencegahan dari mulai dalam hingga luar rumah harus bersih," pungkasnya.***
Sumber: PRFM News