Kasus ISPA masih terkendali Walaupun begitu gejala Super Flu harus diwaspadai di Cimahi
Kasus ISPA masih terkendali Walaupun begitu gejala Super Flu harus diwaspadai di Cimahi
Cimahi, korantekad.id. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan bahwa perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali. Meskipun cuaca tidak menentu melanda beberapa pekan terakhir, belum ditemukan adanya lonjakan kasus yang signifikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan bahwa pihaknya secara rutin memantau laporan kasus ISPA dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
“Menurut Dwihadi, ISPA menjadi salah satu penyakit yang umum ditemukan di layanan kesehatan, terutama saat perubahan cuaca, ucapnya,
Data yang dihimpun menunjukkan jumlah kasus bersifat fluktuatif dan tidak menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. “Kasus ISPA memang selalu ada dan naik turun setiap minggunya. Bahkan pada pekan terakhir justru tercatat mengalami penurunan,” ujar Dwihadi, Kamis pertengahan Januari ini.
“Dwihadi menjelaskan bahwa data surveilans ISPA di Kota Cimahi tidak hanya mencakup warga setempat, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar yang berobat ke fasilitas kesehatan di Cimahi. Hal tersebut turut memengaruhi jumlah kunjungan dan pencatatan kasus, imbuhnya.
Apalagi kasus Super Flu belum ada laporan warga Cimahi yang terinfeksi tuturnya.
Hingga saat ini, tercatat 10 kasus terkonfirmasi di Jawa Barat, dengan satu pasien dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit penyerta.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat dengan memperketat langkah antisipasi, meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cimahi, Mulyati, memastikan bahwa pihaknya belum menerima laporan warga Cimahi yang terinfeksi Super Flu.
Namun demikian, seluruh fasilitas layanan kesehatann telah disiagakan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Rumah sakit dan puskesmas sudah kami siapkan. Proses triase juga diterapkan untuk mendeteksi dini apabila ada pasien dengan gejala mengarah ke Super Flu,” kata Mulyati, Senin (12/01/2026).
Ia menjelaskan, Super Flu merupakan varian baru influenza yang memiliki tingkat penularan jauh lebih cepat dibandingkan flu musiman.( REMI )