Ngatiyana: Jangan Ada Balita Cimahi Terlewat Perlindungan Imunisasi

Ngatiyana: Jangan Ada Balita Cimahi Terlewat Perlindungan Imunisasi

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan terima kasih kepada para kepala Puskesmas yang telah berjuang untuk masyarakat di bidang kesehatan, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada balita.


“Saya ucapkan terima kasih kepada para kepala Puskesmas yang telah berjuang untuk masyarakat semuanya di bidang kesehatan, termasuk melayani baik untuk balita,” ujar Ngatiyana.


Ngatiyana juga berharap ke depan pelayanan kesehatan bukan hanya dilakukan pada siang hari, tetapi dapat diberikan pada sore dan malam hari sampai satu kali 24 jam. Menurutnya, pelayanan tersebut akan membuat masyarakat semakin bahagia karena mendapatkan pelayanan kesehatan selama satu kali 24 jam.


Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit yang dinilai sangat efektif adalah melalui pemberian imunisasi. Program ini bertujuan menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang diakibatkan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).


Cakupan program imunisasi Kota Cimahi sampai dengan bulan Juni tahun 2026 adalah 168 bayi yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap, 493 baduta yang belum mendapatkan imunisasi baduta lengkap, 127 bayi yang belum mendapatkan antigen baru dan 1.012 ibu hamil belum melengkapi status vaksinasi. Berdasarkan data tersebut, masih terdapat anak-anak yang status imunisasinya belum lengkap.

Ada yang belum mendapatkan vaksin dasar, ada yang terlambat mendapatkan vaksin lanjutan, dan ada pula yang imunisasinya terputus di tengah jalan. Untuk melengkapi dan mewujudkan ketertinggalan imunisasi anak-anak, pemerintah hadir melalui Gerakan PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi) yang dilaksanakan khusus pada periode Hari Kemerdekaan, yaitu mulai tanggal 10 hingga 16 Agustus 2026.




Pada Rabu, 12 Agustus 2026, dilaksanakan Gebyar PENARI tingkat Kota Cimahi yang berpusat di Kecamatan Cimahi Utara dengan memberikan layanan imunisasi kejar kepada anak usia 0–59 bulan di wilayah Kelurahan Cibabat.




Perlu diketahui bersama bahwa pada bulan Agustus ini, program imunisasi juga sedang melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahap 1 di seluruh SD/SMP sederajat. Pada program BIAS ini, anak kelas 1 mendapat imunisasi campak rubela, anak perempuan kelas 5 mendapat vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks, serta anak perempuan kelas 6 dan 9 mendapat imunisasi kejar HPV.




“Besar harapan kami agar tercapai cakupan program imunisasi rutin lengkap yang tinggi dan merata, juga terbebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di Kota Cimahi,” katanya.




Untuk itu, diperlukan adanya upaya bersama berupa dukungan dari lintas sektor, unsur terkait dan seluruh masyarakat Kota Cimahi untuk dapat mewujudkan kegiatan tersebut. Dukungan dapat dilakukan melalui penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dalam program PENARI dan BIAS.




Selain itu, seluruh pihak diharapkan membantu memobilisasi sasaran untuk hadir ke seluruh pos dan layanan imunisasi sesuai jadwal yang ditentukan di masing-masing wilayah.




“Bagi para kader, pengurus RT/RW, PKK, dan tokoh masyarakat, mari kita saling mengingatkan dan mendampingi warga. Pastikan tidak ada satu pun balita di lingkungan kita yang terlewatkan dari perlindungan imunisasi,” tegas Ngatiyana.




Ia juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan bermanfaat bagi peningkatan program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Cimahi.




“Semoga ikhtiar kita dalam melengkapi imunisasi anak-anak menjadi benteng perlindungan yang kokoh demi terwujudnya generasi Cimahi yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya.