Pemkot Cimahi Dorong Lansia Tetap Produktif dan Sehat, Wacanakan Ruang Publik Khusus dalam RPJMD 2025-202

Pemkot Cimahi Dorong Lansia Tetap Produktif dan Sehat, Wacanakan Ruang Publik Khusus dalam RPJMD 2025-202

JABARNEWS.ID, CIMAHI: Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Cimahi tahun 2025, Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan sejumlah harapan dan rencana strategis bagi kesejahteraan kelompok lanjut usia. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen lansia, termasuk organisasi PWRI dan sejumlah lembaga yang fokus pada isu-isu lanjut usia.


Adithia Yudisthira sebagai Wakil Wali Kota Cimahi yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya menjaga produktivitas para lansia sebagai kunci untuk hidup sehat secara fisik dan mental.


“Prinsip kami dari pemerintah adalah mendorong agar para lansia tetap produktif. Jangan merasa karena sudah menjadi orang tua lalu tidak aktif, mager (malas gerak), dan tidak bersosialisasi. Justru aktivitas itu yang menjaga kesehatan, terutama sensor motorik,” ungkap Adithia.


Ia juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait indeks harapan hidup warga Kota Cimahi. “Angka harapan hidup di Kota Cimahi terus meningkat dari tahun ke tahun. Kalau tidak salah, sekarang sudah mencapai 75 tahun. Ini artinya standar kesehatan masyarakat Cimahi sudah menunjukkan peningkatan yang baik,” tambahnya.


Mengacu pada konsep Super Aged Society, Adithia mencontohkan negara Jepang yang kini tengah menghadapi krisis demografi, tetapi tetap mampu menggandalkan kelompok lansia sebagai tulang punggung ekonomi. Hal itu juga diharapkan dapat terjadi di Indonesia, khususnya Kota Cimahi, yang tercatat memiliki bagian populasi lansia yang cukup besar. Data tahun 2024 mencatat ada sekitar 21 juta lansia secara nasional.


“Di Jepang saja, para lansia tetap bekerja dan menjadi bagian penting dari perekonomian. Saya harap di Cimahi pun bisa demikian. Tapi tentu harus memperhatikan beban kerja dan kemampuan fisik mereka,” ujarnya.


Dalam konteks menjaga kebugaran lansia, Adithia menekankan pentingnya pola makan dan gaya hidup sehat. “Saya saja yang masih 35 tahun kalau tidak jaga pola makan bisa sakit, apalagi para lansia. Hidup bersih dan sehat itu harus diterapkan di semua usia, terutama lansia yang secara alami lebih rentan terkena penyakit,” jelasnya.


Lebih jauh, Adithia juga menyampaikan rencana jangka menengah yang sedang dipertimbangkan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi 2025–2029. Salah satunya adalah wacana pembangunan Taman Lansia yang representatif sebagai ruang publik dan ruang bahagia lansia.


“Taman lansia yang nyaman dan layak bisa jadi tempat berkegiatan sosial, bersantai, hingga aktivitas bisnis ringan. Kita akan pikirkan dan rumuskan itu dalam RPJMD ke depan,” katanya.


Menanggapi isu kesepian yang kerap dialami oleh kelompok lansia, Adithia juga menggarisbawahi pentingnya ruang sosial yang inklusif. “Banyak lansia merasa kesepian, makanya ruang sosial yang ramah lansia sangat penting. Bahkan ada juga lansia yang masih berwirausaha, dan itu patut diapresiasi. Tapi tentu dengan pertimbangan kapasitas fisik mereka, jangan diberi beban terlalu berat,” ujarnya menutup.


Dengan semangat memperingati HLUN, Kota Cimahi berupaya tidak hanya merawat para lansia, tapi juga memberdayakan mereka agar tetap bahagia, sehat, dan produktif dalam lingkungan yang mendukung. (ADV/UNH)