Pemkot Cimahi Luruskan Data ODGJ, Jumlah Sebenarnya 908 Orang
Pemkot Cimahi Luruskan Data ODGJ, Jumlah Sebenarnya 908 Orang
CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan meluruskan data jumlah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat dirilis Jabarstats. Sebelumnya, Kota Cimahi tercatat sebagai daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak kedua di Jawa Barat dengan angka 3.930 orang.
Namun setelah dilakukan koreksi dan
pembaruan data, jumlah ODGJ di Kota Cimahi berdasarkan data resmi Dinas
Kesehatan hanya sebanyak 908 orang, sehingga Cimahi tidak lagi masuk dalam 10
besar daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi,
Mulyati, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah data
Jabarstats dipublikasikan dan menemukan adanya perbedaan dengan data yang
dimiliki Dinas Kesehatan melalui aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Jiwa
(Simkeswa).
"Data yang kami miliki berdasarkan
Simkeswa berjumlah 908 orang. Seluruhnya merupakan data by name by address
sehingga dapat dipertanggungjawabkan," ujar Mulyati, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, data tersebut merupakan ODGJ
kategori berat yang berada dalam pemantauan dan pelayanan rutin 13 puskesmas di
Kota Cimahi. Pendataan dilakukan sesuai standar pelayanan minimal bidang
kesehatan jiwa sehingga kondisi setiap pasien terus dipantau.
Mulyati menjelaskan, angka 908 orang
tersebut tidak mencakup ODGJ yang berkeliaran di jalanan, melainkan warga yang
telah terdata secara resmi dan mendapatkan layanan kesehatan.
Dengan adanya pembaruan data tersebut,
Pemerintah Kota Cimahi berharap masyarakat tidak lagi salah memahami kondisi di
lapangan. Pemkot menegaskan bahwa seluruh data kesehatan jiwa yang digunakan
sebagai dasar pelayanan mengacu pada data resmi Dinas Kesehatan yang telah
terverifikasi.
Berdasarkan data Jabarstats yang telah
diperbarui, Kabupaten Bogor kini menjadi daerah dengan jumlah ODGJ terbanyak di
Jawa Barat sebanyak 7.321 orang, disusul Kabupaten Sukabumi 3.930 orang, dan
Kota Bandung 3.571 orang. Sementara Kota Cimahi tidak lagi masuk dalam daftar
10 besar jumlah ODGJ terbanyak di Jawa Barat. (Bidang IKPS)**