PENARI Digelar di Cimahi, Pemkot Kejar Imunisasi Anak yang Belum Lengkap
PENARI Digelar di Cimahi, Pemkot Kejar Imunisasi Anak yang Belum Lengkap
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui Program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) yang digelar pada 10–16 Agustus 2026.
Program yang bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi langkah percepatan untuk menjangkau bayi, balita, hingga anak usia sekolah yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai jadwal.
Pemkot Cimahi menargetkan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh perlindungan dari berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, kesehatan anak merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak mendapatkan hak yang sama terhadap layanan kesehatan, termasuk imunisasi.
«“Imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga membentuk kekebalan masyarakat. Semakin tinggi cakupan imunisasi, semakin kecil risiko penyebaran penyakit menular. Ini menjadi investasi penting bagi masa depan Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana saat Gebyar PENARI tingkat Kota Cimahi di Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (12/8/2026).»
Orang Tua Diminta Pastikan Imunisasi Anak Lengkap
Ngatiyana mengatakan, momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan anak. Menurutnya, semangat gotong royong harus diwujudkan melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan program imunisasi.
Ia juga mengajak para orang tua untuk aktif memastikan imunisasi putra-putrinya diberikan sesuai jadwal.
«“Menjaga kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak para orang tua untuk memastikan putra-putrinya memperoleh imunisasi sesuai jadwal agar tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju,” katanya.»
Program PENARI periode Hari Kemerdekaan RI menyasar seluruh balita berusia 0–59 bulan, serta anak usia sekolah yang memiliki status imunisasi belum lengkap di seluruh wilayah Kota Cimahi.
Selain memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin. Pemkot Cimahi menargetkan cakupan hingga 93 persen, atau minimal 14 dari 15 kelurahan dapat mencapai kekebalan kelompok.
Pelayanan imunisasi dilakukan secara serentak melalui berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari seluruh puskesmas di Kota Cimahi, posyandu, rumah sakit, klinik, praktik dokter mandiri, praktik bidan, hingga jejaring pelayanan kesehatan lainnya.
Untuk memperluas jangkauan, tenaga kesehatan bersama kader Posyandu dan pemerintah kewilayahan juga melakukan penelusuran aktif ke lingkungan permukiman. Langkah ini dilakukan untuk menemukan anak yang belum melengkapi status imunisasinya.
Selain PENARI, Pemkot Cimahi juga menjalankan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahap I sepanjang Agustus 2026 di SD, SMP, dan sederajat di seluruh wilayah Kota Cimahi.
BIAS menyasar sejumlah kelompok siswa dengan jenis imunisasi yang berbeda. Siswa kelas 1 SD mendapatkan imunisasi Campak-Rubela (MR), sementara siswi kelas 5 SD mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai salah satu upaya pencegahan kanker serviks.
Program imunisasi kejar HPV juga diberikan kepada siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang sebelumnya belum memperoleh vaksin HPV ketika duduk di kelas 5 SD.
Pemkot Cimahi berharap pelaksanaan PENARI mampu meningkatkan cakupan imunisasi rutin lengkap sekaligus memperkuat herd immunity di tengah masyarakat.
Dengan cakupan imunisasi yang semakin tinggi, risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi diharapkan dapat ditekan. Pada akhirnya, anak-anak Kota Cimahi diharapkan dapat tumbuh sehat, aktif, dan produktif.
(Rahmat)