Tuberkolosis, Pemkot Cimahi Lakukan Skrining

Tuberkolosis, Pemkot Cimahi Lakukan Skrining

Cimahi, eskoncer.com – Tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai Hari Tuberkolosis Sedunia untuk memperingati upaya perjuangan melawan TBC yang telah menyebabkan epidemi besar di abad ke-19. Pada tanggal 24 Maret  1882, Dr. Robert Koch mengumumkan penemuan bakteri penyebab TB, Mycobacterium tuberculosis. Penemuan ini membuka jalan diagnosis dan pengobatan penyakit yang saat itu membunuh 1 dari 7 orang di Eropa dan Amerika. Atas jasanya itu,  Dr. Robert Koch menerima penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1905. Selanjutnya, Tanggal 24 Maret dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran global akan dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi dari TBC yang masih mematikan.


Saat ini, dunia dan Indonesia juga peduli untuk menanggulangi penyakit TBC. Indonesia berkomitmen mengakhiri TBC pada tahun 2030 melalui program TOSS TBC dan keterlibatan lintas sektor.


Di Cimahi, pada Senin (16/3) lalu, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) bagi pegawai pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan penemuan kasus serta pengendalian penyakit menular tersebut di lingkungan kerja. 


Skrining ini menyasar sebanyak 100 pegawai dari lingkungan Dinas Kesehatan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi. Pemeriksaan dilakukan melalui penjaringan gejala Tuberkulosis yang dilaksanakan secara paralel dengan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan menggunakan perangkat portable X-ray guna mendukung deteksi dini kasus TB.


Dari total peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 50 orang tercatat sebagai kontak erat dengan pasien Tuberkulosis. Mereka telah mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko berkembangnya infeksi menjadi TB aktif.


Skrining yang dilaksanakan ini menjadi bagian dari strategi Active Case Finding (ACF), yakni pendekatan penemuan kasus secara aktif dengan menjangkau kelompok masyarakat di berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja. Melalui strategi ini, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga penanganan dan pengobatan dapat segera dilakukan sesuai standar.


Dalam kegiatan tersebut, pegawai yang terindikasi memiliki gejala Tuberkulosis akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. Selain sebagai upaya deteksi dini, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pegawai mengenai gejala TB, langkah pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan secara tuntas.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menegaskan bahwa skrining di lingkungan kerja merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan penemuan kasus TB. “Deteksi dini tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu diperluas ke berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja. Melalui skrining ini, kasus TB diharapkan dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan dapat dicegah,” ujarnya.


Pengendalian TB tidak hanya penting dalam konteks penanganan penyakit menular, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Upaya penanggulangan TB yang efektif dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas dalam menyongsong visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.


Selain pemeriksaan TB, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi para peserta. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol, serta konsultasi kesehatan terkait faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus dan hipertensi. *** (Red.)