Dinsos-Dinkes Kota Cimahi Bantu Tangani Pasien ODGJ, Dorong Masyarakat Ciptakan Lingkungan Kondusif Dukung Rehabilitasi ODGJ

Dinsos-Dinkes Kota Cimahi Bantu Tangani Pasien ODGJ, Dorong Masyarakat Ciptakan Lingkungan Kondusif Dukung Rehabilitasi ODGJ

CIMAHI.- Dipenghujung tahun 2023, Tim gabungan Pemkot Cimahi melaksanakan tugas mulia menangani permasalahan kesehatan jiwa di masyarakat. Tindakan kolektif dan komprehensif dinas terkait  diharapkan membantu masyarakat mendapatkan perawatan optimal untuk pemulihan kesehatan mental.

Kejadian tersebut berlangsung  di Blok Sukamaju RT 06 RW 06 Kelurahan Melong. Tim gabungan terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TIREX) penanganan ODGJ Dinas Kesehatan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Cimahi melakukan penanganan terhadap warga pasien ODGJ berinisial EM (32). Penanganan dilakukan berawal dari laporan relawan sosial Pekerja sosial masyarakat yang direspon pekerja sosial profesional Kelurahan Melong.

Kronologis dimulai ketika EM telah melakukan aksi gaduh, membawa pisau, dan meresahkan keluarga serta warga sekitar. Pisau yang dibawa oleh pasien berhasil diamankan oleh pengurus wilayah setempat dan pasien langsung dievakuasi Tim Tirex dan Dr. Ainun dari PKM Melong Asih.

Pasien akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua. Selanjutnya, Dinas kesehatan dan Dinas Sosial memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, dengan fokus agar rutin minum obat dan mendapatkan pemantauan keluarga. Pasien EM dirawat inap selama 14 hari.

Kepala Dinsos Kota Cimahi Ahmad Saefulloh mengatakan, pihaknya mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mendukung rehabilitasi ODGJ.

"Hal ini diperlukan guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan peduli terhadap kesehatan mental," ujarnya.

Selanjutnya, menyediakan informasi yang jelas dan akurat tentang gangguan jiwa yang dialami oleh anggota keluarga.

"Menjelaskan gejala, penyebab, dan perawatan yang mungkin diperlukan, berikan dukungan emosional kepada anggota keluarga. Kondisi ini dapat diatasi dengan perawatan yang tepat, dorong komunikasi terbuka dan jujur antara anggota keluarga. Keluarga pun dapat bergabung dengan kelompok dukungan keluarga atau komunitas yang dapat memberikan dukungan dan pengalaman bersama," katanya.

Kepala Bidang Linjamsos dan PFM Dinsos Kota Cimahi Agustus Fajar menambahkan, peranan keluarga sangat dalam proses pemulihan pasien.

"Perlu dibangun pemahaman bahwa dukungan dan lingkungan keluarga dapat berdampak positif pada perjalanan pemulihan," ungkapnya.

Dia menilai perlunya edukasi keluarga tentang stigma sosial yang terkait dengan gangguan jiwa dan memberikan strategi untuk mengatasi stigma tersebut.

"Keluarga perlu didorong untuk membantu menciptakan lingkungan sosial yang mendukung, mengenai pengobatan dan perlu diajarkan  cara menangani situasi krisis yang mungkin terjadi," tambahnya.

Apabila diperlukan, dapat dibangun kolaborasi antara keluarga dan tim perawatan kesehatan jiwa.

"Tidak kalah pentingnya yaitu perlu adanya diskusi tentang perencanaan masa depan, termasuk rencana pemulihan jangka panjang dan cara mendukung anggota keluarga setelah pemulihan," tuturnya.**