Diskominfo Kota Cimahi Perkuat Pertahanan Digital Dengan Pendekatan Modern dan Adaptif.
Diskominfo Kota Cimahi Perkuat Pertahanan Digital Dengan Pendekatan Modern dan Adaptif.
KOTA CIMAHI, KilasNusantara.id — Ancaman siber jadi perhatian serius di Cimahi! Diskominfo Kota Cimahi perkuat strategi pertahanan digital dengan pendekatan modern dan adaptif. Semoga bisa cegah kejahatan siber.
Kepala Diskominfo Cimahi, Ahmad Saefulloh, mengungkapkan bahwa sejumlah insiden yang terjadi sejauh ini lebih banyak berasal dari faktor individu. Rendahnya pemahaman terkait security awareness menjadi celah yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.
“Seperti klik tautan mencurigakan, penggunaan kata sandi yang lemah, atau kurangnya kewaspadaan terhadap teknik social engineering,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, berdasarkan pemantauan melalui sistem Security Operations Center, Pemerintah Kota Cimahi memastikan belum ada insiden siber yang berdampak langsung pada sistem pemerintahan, baik berupa peretasan, phishing sistem, maupun kebocoran data layanan publik.
Namun, berbagai upaya serangan seperti probing, scanning, hingga brute force disebut terjadi secara rutin. Beruntung, seluruhnya berhasil diantisipasi melalui sistem pengamanan berlapis yang telah diterapkan.
Diskominfo Cimahi mengandalkan sejumlah teknologi keamanan, mulai dari Wazuh untuk mendeteksi anomali, Web Application Firewall guna melindungi aplikasi, hingga pengamanan jaringan dan endpoint berbasis Sophos.
Tak hanya itu, langkah preventif juga terus diperkuat melalui edukasi keamanan digital, penerapan Multi-Factor Authentication (MFA), serta pengembangan kapasitas deteksi dan respons melalui SOC.
Dalam menjaga ketahanan sistem, Diskominfo rutin melakukan pengujian keamanan seperti vulnerability assessment, penetration testing, hingga simulasi serangan (red teaming). Pendekatan Zero Trust dan Least Privilege juga diterapkan untuk memastikan setiap akses tervalidasi secara ketat.
Penguatan kebijakan keamanan ini turut mengacu pada standar internasional ISO 27001:2022, guna memastikan tata kelola berjalan terukur dan sistematis.
Selain penguatan sistem, Pemkot Cimahi juga menghadirkan berbagai inovasi, seperti PAMOR untuk patroli siber dan edukasi ASN, SIGAP dalam pengamanan aplikasi sejak awal, serta SIMONEL untuk pemantauan Tanda Tangan Elektronik (TTE) secara terpusat.
Ke depan, strategi keamanan akan semakin difokuskan pada pendekatan berbasis risiko (risk-based), adaptive security, serta penguatan arsitektur zero trust. Langkah ini juga didukung dengan peningkatan kapasitas SDM dan kolaborasi bersama Badan Siber dan Sandi Negara.
“Keamanan bukan lagi lapisan tambahan, tetapi harus menjadi bagian inheren dalam setiap layanan digital,” tegas Ahmad.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Cimahi optimistis mampu mewujudkan ekosistem pemerintahan digital yang aman, tangguh, dan terpercaya di tengah derasnya arus transformasi teknologi.
(Dedi Irawan)