"Forum Diskominfo 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Distribusi Informasi untuk Wujudkan Smart City Tanpa Sekat"

"Forum Diskominfo 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Distribusi Informasi untuk Wujudkan Smart City Tanpa Sekat"

KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi

menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan digital yang

inklusif dan terintegrasi melalui Forum Perangkat Daerah Dinas Komunikasi dan

Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di

Command Center Pemkot Cimahi, Rabu (11/2/2026), menjadi momentum

strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan smart city serta penguatan

distribusi informasi publik.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan bahwa pembangunan

Kota Cimahi ke depan tidak bisa dilepaskan dari prinsip keterbukaan informasi

dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, visi besar “Cimahi Mantap” harus

diwujudkan melalui sistem komunikasi publik yang menyatu, transparan, dan

mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Cimahi Mantap itu harus tanpa sekat. Infrastruktur digital kita sudah sangat

baik, bank data juga sudah kuat. Sekarang pekerjaan rumah besarnya adalah

bagaimana mendistribusikan informasi kepada masyarakat tanpa batas,” ujar

Adhitia. Ia mengapresiasi capaian Diskominfo dalam membangun fondasi infrastruktur

digital. Salah satu langkah signifikan adalah integrasi 144 aplikasi layanan

pemerintahan ke dalam sistem single sign-on melalui aplikasi Lapakami dan

Poladkami, sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik

secara lebih mudah dan efisien.

Selain itu, kanal komunikasi publik seperti layanan darurat 112 dan WA Mantap

dinilai mampu mempercepat respons pemerintah terhadap aduan serta

kebutuhan warga. Keberadaan kanal tersebut juga membuka ruang dialog

langsung antara masyarakat dan pemerintah.

Meski demikian, Adhitia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan

berdampak maksimal tanpa sistem distribusi informasi yang efektif, masif, dan

berkelanjutan. Ia menilai, setiap program dan kebijakan pemerintah harus

tersampaikan secara utuh dan benar kepada masyarakat.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Wali Kota dan pemerintah kota harus sampai

ke masyarakat, sambil kita memerangi musuh bersama di era digital, yaitu

hoaks,” tegasnya.

Menurutnya, penyebaran hoaks menjadi tantangan serius yang hanya dapat

dihadapi melalui kolaborasi erat antara pemerintah, media, pemangku

kepentingan, dan elemen masyarakat. Informasi yang positif, berbasis data,

dan faktual menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

Lebih lanjut, Adhitia menyoroti potensi Kota Cimahi sebagai laboratorium smart

city nasional. Dengan luas wilayah sekitar 42 kilometer persegi yang terbagi

dalam tiga kecamatan dan 15 kelurahan, Cimahi dinilai memiliki karakteristik

ideal untuk pengembangan kota pintar berbasis data terintegrasi.

Ia pun mendorong optimalisasi peran Command Center sebagai pusat

koordinasi lintas sektor, pusat komunikasi publik, sekaligus ruang pengambilan

keputusan berbasis data.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh,

mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan lima isu strategis periode

2025–2029 sebagai arah kebijakan dan program kerja. Kelima fokus tersebut

meliputi:

1. Optimalisasi implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2. Penguatan keterbukaan informasi publik melalui peningkatan kualitas dan akurasi informasi

3. Penguatan keamanan persandian untuk melindungi data pemerintah

4. Penguatan layanan statistik sektoral sesuai prinsip Satu Data Indonesia

5. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan partisipatif

“Kelima isu strategis ini menjadi pijakan dalam memperkuat transformasi digital

pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data

dan teknologi,” ujar Ahmad.

Sekretaris Diskominfo Kota Cimahi, Cepi Rustiawan, menambahkan bahwa

Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 menjadi wadah sinkronisasi dan

kolaborasi dalam merumuskan program dan kegiatan Diskominfo secara

partisipatif. Forum ini juga menjadi fondasi awal dalam penyusunan rencana

kerja tahun 2027.

“Melalui forum ini, kami menghimpun masukan, saran, dan pertimbangan dari

seluruh stakeholder agar perencanaan program lebih tepat sasaran dan

selaras dengan kebutuhan masyarakat,” kata Cepi.

Melalui penguatan infrastruktur digital, distribusi informasi publik yang merata,

serta kolaborasi lintas sektor, Pemkot Cimahi menegaskan langkahnya menuju

kota cerdas yang terbuka, terhubung, dan tumbuh bersama warganya di era

digital.(Dip)