Pemerintah Kota Cimahi memperkuat langkah melawan hoaks
Pemerintah Kota Cimahi memperkuat langkah melawan hoaks
Gentra JAbar, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkuat langkah melawan hoaks dan disinformasi di tengah derasnya arus informasi digital. Strategi utama dilakukan dengan mengoptimalkan kanal media sosial resmi sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Achmad Saefullah, menegaskan bahwa upaya ini bertujuan melindungi masyarakat dari kepanikan publik akibat informasi simpang siur, salah persepsi kebijakan, maupun gangguan layanan publik. “Kami menyiapkan kanal khusus yang difungsikan sebagai pusat klarifikasi dan pelurusan informasi publik. Akun ini menjadi rujukan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.
Salah satu kanal unggulan yang aktif digunakan adalah akun Instagram Cimahi Saber Hoaks (Sapu Bersih Hoaks). Akun ini merespons isu-isu viral dan informasi meragukan yang beredar di masyarakat, sekaligus memberikan penjelasan resmi dari pemerintah.
Tak hanya mengandalkan satu kanal, Diskominfo juga memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah (OPD). Setiap OPD memiliki Penanggung Jawab Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PIC PPID) yang menjadi sumber data dan informasi resmi. Informasi yang telah diverifikasi kemudian dihimpun dan disebarluaskan secara cepat oleh Diskominfo, sehingga masyarakat memperoleh berita yang valid.
Selain media sosial, informasi resmi juga disalurkan melalui Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kota Cimahi, untuk menjangkau warga yang tidak aktif di media digital. “Dengan begitu, jangkauan penyebaran informasi yang benar dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat,” jelas Achmad.
Dalam langkah antisipatif lainnya, Pemkot Cimahi juga mengoptimalkan Call Center Cimahi Campernik 112. Layanan ini terintegrasi lintas OPD, termasuk pemadam kebakaran, dan menjadi pintu utama masyarakat dalam situasi darurat agar tidak terjebak informasi simpang siur.
Diskominfo juga secara rutin melakukan pemantauan isu di ruang digital sebagai bagian dari pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi hoaks. “Kami terus memantau isu-isu yang berkembang, khususnya di media sosial, agar bisa mengambil langkah cepat terhadap disinformasi,” pungkas Achmad.
Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkot Cimahi dalam menjaga masyarakat tetap kritis dan terlindungi dari informasi yang menyesatkan, sekaligus meningkatkan literasi digital yang berkelanjutan. (Deri)