Prioritas Pembangunan Fisik dan Peningkatan Kesehatan Jadi Fokus Kelurahan Setiamanah di 2025

Prioritas Pembangunan Fisik dan Peningkatan Kesehatan Jadi Fokus Kelurahan Setiamanah di 2025

JABAR EKSPRES – Skala prioritas pembangunan di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah pada 2025 di fokuskan pada bidang fisik, meskipun beberapa usulan lain di bidang ekonomi, sosial budaya, dan pemerintahan tetap menjadi perhatian.

Hal ini disampaikan Lurah Setiamanah, Ratih Dwi Setia Putri, dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Partisipatif, Kamis (9/1/2025).

“Untuk tahun 2025, usulan yang paling di utamakan adalah bidang fisik, terutama terkait pembangunan Kelurahan Setiamanah,” ujar Ratih pada awak media di lokasi.

Ratih menjelaskan, pembangunan fisik akan di fokuskan pada sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan masyarakat. Beberapa RW di Kelurahan Setiamanah masih belum memiliki kantor RW, dan insentif untuk lembaga masyarakat dinilai belum memadai.

“Prioritas lebih kepada sarana dan prasarana yang betul-betul diperlukan masyarakat, seperti kantor RW dan insentif untuk lembaga masyarakat,” katanya.

Selain itu, Ratih menyoroti pentingnya kualitas sumber daya masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan perbaikan gizi. Ia menyebut penyakit tertentu di Kota Cimahi masih cukup tinggi dan menjadi tantangan yang harus segera diatasi.Beli vitamin dan suplemen

Menurut Ratih, masyarakat sering kali baru mengurus JKN atau BPJS Kesehatan ketika sudah sakit atau berbondong-bondong datang ke kelurahan untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saat keadaan mendesak.Beli vitamin dan suplemen

“Tantangan kami adalah mengubah mindset masyarakat. Jangan sampai mereka baru bertindak ketika sudah sakit. Sosialisasi kepada RT dan RW sangat diperlukan untuk menyampaikan hal ini,” tegasnya.

Selain kesehatan, Ratih juga menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, terutama dalam mengatasi masalah sampah yang menjadi isu darurat di wilayahnya.

“Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengurangi ritase sampah dari rumah tangga. Jangan hanya berharap pemerintah yang bertindak, masyarakat juga harus berkontribusi,” jelasnya.

Ratih berharap pemerintah dapat memfasilitasi sarana dan prasarana penunjang agar masyarakat lebih aktif dalam mendukung program pembangunan.                                                                                                                                                                                                                                                                                  “Kami berupaya menjembatani masyarakat dan pemerintah agar fasilitas yang diperlukan benar-benar tersedia dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (Mong)


Sumber: JABAR EKSPRES