ASN Pemkot Cimahi Turun ke Tingkat RT, Sasar Pengelolaan 60 Persen Sampah dari Sumbernya
ASN Pemkot Cimahi Turun ke Tingkat RT, Sasar Pengelolaan 60 Persen Sampah dari Sumbernya
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memperkuat penanganan persoalan sampah dari tingkat paling dasar. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) diterjunkan ke lingkungan Rukun Tetangga (RT) melalui program “Sapu Jagat RT” atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT.
Program tersebut menempatkan ASN sebagai pembina pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Mereka akan mendampingi masyarakat, termasuk mendorong pemilahan sampah dari rumah, dengan target sedikitnya 60 persen sampah dapat ditangani di tingkat wilayah.
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Cimahi untuk memperkuat pengelolaan sampah langsung dari sumbernya.
“Pemkot Cimahi menurunkan ASN ke tingkat RT untuk melakukan pembinaan pemilahan sampah secara door to door ke rumah warga. Kami berharap penanganan sampah di wilayah bisa mencapai target optimal 60 persen,” kata Chanifah, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, program Sapu Jagat RT merupakan implementasi dari kebijakan Wali Kota Cimahi mengenai pembagian kewenangan pengelolaan sampah. Skemanya, 60 persen pengelolaan dilakukan di tingkat wilayah, sementara 40 persen menjadi layanan yang ditangani DLH Kota Cimahi.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi respons terhadap keterbatasan kuota pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti. Pemkot Cimahi mendorong agar sampah tidak seluruhnya bergantung pada proses pengangkutan ke tempat pembuangan akhir.
“Dengan terbatasnya kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti, Pemkot Cimahi mempertegas komitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah langsung dari sumbernya,” ujarnya.
Chanifah menjelaskan, setiap wilayah didorong mampu mengelola sedikitnya 60 persen sampah secara mandiri melalui pemilahan sampah organik dan anorganik. Dengan pola tersebut, sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti diharapkan hanya berupa residu yang memang sudah tidak dapat dimanfaatkan atau diolah kembali.
Dalam pelaksanaannya, ASN akan bekerja berdasarkan pembagian wilayah binaan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Koordinasi dilakukan mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW.
“Kita sudah sosialisasikan kepada ASN dan kepala OPD. Pihak kelurahan dan kecamatan sampai RT/RW akan membentuk Satgas Sampah. Nantinya dibuat plan of action di tingkat RT untuk penanganan sampah organik dan anorganik,” jelas Chanifah.
ASN yang diterjunkan ke lapangan nantinya berada di bawah koordinasi lurah dan camat. Kehadiran mereka diharapkan tidak sebatas melakukan sosialisasi, tetapi juga memastikan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga berjalan secara konsisten.
Pemkot Cimahi juga mencatat adanya perkembangan positif dari upaya pengelolaan sampah berbasis wilayah.
Volume sampah yang harus diangkut disebut mulai mengalami penurunan secara bertahap.
“Sudah ada pengurangan volume sampah secara perlahan berkat pengelolaan di wilayah yang terus digenjot,” katanya.
Chanifah mengapresiasi masyarakat yang selama ini telah berperan aktif dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pemkot Cimahi berharap kebiasaan memilah sampah dari sumbernya tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi berkembang menjadi budaya di tengah masyarakat.
“Harapan kami semakin berkurang sampah yang dikirim ke Sarimukti. Keberhasilan menekan volume sampah tidak murni dari kami, tetapi juga berkat andil masyarakat yang menerapkan pemilahan sampah di rumah,” pungkasnya.