Chanifah Memberikan Apresiasi Kepada Masyarakat Yang Sudah Aktif Berpartisipasi Dalam Memilah Sampah Di Rumah

Chanifah Memberikan Apresiasi Kepada Masyarakat Yang Sudah Aktif Berpartisipasi Dalam Memilah Sampah Di Rumah

CIMAHI -TEKAD BANGSA- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menggerakkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turun langsung ke masyarakat. Melalui program "Sapu Jagat RT" atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT, para ASN akan menjadi pembina  pengelolaan sampah di tingkat RT se-Kota Cimahi.


Kepala Dinas Linghkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini kepada awak media menjelaskan tujuan utama program “sapu jagat” ini adalah untuk menekan produksi sampah sejak dari sumbernya. 


Pendekatan yang digunakan adalah pembinaan pemilahan sampah secara door to door atau dari rumah ke rumah warga terang Chanifah saat ditemui di Cimahi, Kamis 30 Juli 2026.


Diakuinya, Strategi ini merupakan implementasi dari Surat Keputusan Wali Kota Cimahi terkait pembagian kewenangan pengelolaan sampah. Sebanyak 60% penanganan sampah menjadi tanggung jawab di tingkat kewilayahan, sementara 40% sisanya menjadi layanan dari DLH Kota Cimahi. 


Salah satu alasan utama dikeluarkannya kebijakan ini adalah keterbatasan kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. Dengan mendorong pengelolaan dari sumber, diharapkan beban ke TPA dapat berkurang secara signifikan.


Untuk pelaksanaan di lapangan, setiap ASN akan bertugas sesuai lokasi binaan wilayah masing-masing OPD. Penugasan ini sudah disosialisasikan kepada seluruh ASN dan kepala OPD agar memiliki pemahaman dan tanggung jawab yang sama.


Di tingkat bawah, pihak kelurahan dan kecamatan hingga RT/RW akan membentuk Satgas Sampah. Satgas ini bertugas menyusun rencana aksi di level RT untuk penanganan sampah organik maupun anorganik.


"ASN yang diturunkan ke lapangan akan berada di bawah koordinasi lurah dan camat, tujuannya agar pembinaan berjalan terstruktur dan tepat sasaran," ungkap Chanifah.


Sejak program ini berjalan, DLH mencatat adanya tren positif. Volume sampah yang dibuang ke TPA mulai mengalami penurunan secara bertahap berkat penguatan pengelolaan di tingkat kewilayahan.
Chanifah juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kota Cimahi yang sudah aktif berpartisipasi. Partisipasi warga dalam memilah sampah di rumah menjadi kunci keberhasilan program ini.


"Harapannya semakin berkurang sampah yang dikirim ke Sarimukti. Keberhasilan menekan volume sampah tidak murni dari pemerintah, tapi juga berkat andil masyarakat yang menerapkan pemilahan sampah di rumahnya," pungkasnya.