Cimahi Aksi Bersih Pasar: Sinergi Kolaboratif Mengenang Tragedi TPA Leuwigajah
Cimahi Aksi Bersih Pasar: Sinergi Kolaboratif Mengenang Tragedi TPA Leuwigajah
KOTA CIMAHI, indoarnews.com – Pasar Atas Baru Kota Cimahi menjadi pusat kegiatan Aksi Bersih Pasar yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 pada Sabtu (22/2/2025). Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, hadir di Cimahi sebagai bentuk penghormatan dan peringatan atas tragedi TPA Leuwigajah yang menjadi latar belakang terselenggaranya peringatan ini. Hanif didampingi Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira. Turut hadir Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Dalam sambutannya, Hanif menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mengelola sampah, mengingat sejarah kelam yang pernah menimpa kawasan ini. “Kita harus mengambil hikmah dari tragedi TPA Leuwigajah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar beliau. Ia menambahkan bahwa pengawasan rutin oleh Dinas Lingkungan Hidup di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah, serta sektor swasta. Selain di Cimahi, kegiatan serupa juga digelar secara serentak di delapan lokasi lain, antara lain:
Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara
Pasar Santa, Jakarta Selatan
Pasar Kosambi, Bandung
Pasae Lau Cih, Medan
Pasar Jagasatru, Cirebon
Pasar Merdeka, Samarinda
Pasar Induk Minasa Maupa, Makassar
Pasar Keputran, Surabaya
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, mengenang kembali sejarah kelam TPA Leuwigajah. Didirikan pada tahun 1986 sebagai tempat penampungan sampah bagi Bandung, Kabupaten Bandung, dan Cimahi, TPA ini pernah menjadi saksi tragedi pada 21 Februari 2005 ketika ledakan sampah menyebabkan dua desa menghilang dan menelan korban jiwa sekitar 150 orang. Ia juga menyebutkan bahwa peristiwa tersebut mengingatkan betapa pentingnya penanganan sampah secara terpadu, serupa dengan tragedi TPA Payatas yang terjadi di Filipina pada 10 Juli 2000.
Kini, TPA Leuwigajah telah bertransformasi menjadi kawasan konservasi seluas 82 hektar yang dipenuhi pepohonan rindang dan menjadi rumah bagi Desa Cireundeu yang kaya akan nilai adat. Transformasi ini menjadi simbol komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup serta upaya mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang, termasuk di TPA Sarimukti.
Mengusung tema “Pasar Bersih melalui Kelola Sampah dengan Bijak, Bersama Kita Dorong Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara”, rangkaian HPSN 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Harapannya, melalui sinergi dan semangat kebersamaan, pasar-pasar di seluruh Indonesia dapat menjadi ruang yang bersih, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.**