Cimahi Targetkan 60% Pemilahan Sampah di Kelurahan demi Kurangi Ketergantungan TPA Sarimukti

Cimahi Targetkan 60% Pemilahan Sampah di Kelurahan demi Kurangi Ketergantungan TPA Sarimukti

Pemerintah Kota Cimahi menetapkan target ambisius agar 60 persen sampah dapat dipilah dan dikelola langsung di tingkat kelurahan. Langkah strategis ini diambil guna mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang saat ini telah memberlakukan pembatasan kuota ketat bagi wilayah Bandung Raya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons cepat terhadap Surat Edaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai keterbatasan kapasitas TPA.

Kesenjangan Produksi dan Kuota Sampah
Kondisi saat ini menunjukkan adanya ketimpangan besar antara volume produksi sampah harian dengan kuota pembuangan yang diizinkan:

Produksi Sampah Harian Cimahi: ± 250 ton.

Kuota Pembuangan TPA Sarimukti: Maksimal 1.668 ton per dua minggu (rata-rata hanya ± 119 ton per hari).

"Artinya, ada selisih besar yang harus diselesaikan di dalam kota agar tidak terjadi penumpukan," ujar Chanifah pada Rabu (21/01/2026).

Strategi Pengelolaan di Wilayah
Untuk menutup celah tersebut, DLH Cimahi mengandalkan dua jalur utama:

Pemilahan di Kelurahan (Target 60%): Mendorong masyarakat memisahkan organik dan anorganik di sumbernya.

Optimalisasi TPS 3R (Target 40%): Mengolah sampah menjadi nilai guna melalui fasilitas Reuse, Reduce, Recycle.

Ekspansi Wilayah Selatan: Rencana penyewaan gudang pengolahan di Kelurahan Utama dengan kapasitas penanganan 10 ton per hari.

Dengan skema tersebut, DLH menargetkan hanya 10 persen residu (sampah yang benar-benar tidak bisa diolah) yang akan dikirim ke TPA Sarimukti.

Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Chanifah menekankan bahwa teknologi dan infrastruktur tidak akan maksimal tanpa peran aktif warga. Pemerintah Kota akan menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai cara pengelolaan sampah yang benar secara masif.

"Kami ingin menciptakan kota yang bersih, hijau, dan nyaman. Target ini hanya bisa dicapai jika masyarakat sadar bahwa sampah organik dan anorganik harus dipisah sejak dari rumah," tegasnya.

Diharapkan dalam jangka panjang, Kota Cimahi mampu mandiri dalam pengelolaan sampah dan meminimalisir dampak lingkungan yang diakibatkan oleh ketergantungan pada pihak luar.