Dibatasi Hanya 17 Ritase Per Hari, DLH Kota Cimahi Terapkan Skala Prioritas untuk Pengangkutan Sampah ke TPA Sarimukti
Dibatasi Hanya 17 Ritase Per Hari, DLH Kota Cimahi Terapkan Skala Prioritas untuk Pengangkutan Sampah ke TPA Sarimukti
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menerapkan strategi skala prioritas untuk pengangkutan sampah.
Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi penumpukan sampah menyusul adanya pembatasan sampah di TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Mendahulukan pengangkutan sampah di wilayah yang sudah mengimplementasikan pemilahan dan penumpukannya sudah berlangsung lama," kata Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Listyarini belum lama ini.
Chanifah menjelaskan, penerapan skala prioritas tersebut dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari hulu.
"Kalau untuk kita memang ada penumpukan, Tapi masih agak terkendali. Kita melakukan penjadwalan, jadi mana yang sudah lama numpuk kita angkut dan tentunya kita utamakan sampah yang sudah dilakukan pemilahan," jelasnya.
Dalam sehari, sebut Chanifah, sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Cimahi bisa mencapai 230 ton. Kendati demikian, kuota sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti dari Kota Cimahi maksimal 17 ritase atau setara 90-100 ton per hari.
"Kalau timbulan sampah sekarang itu 230 ton setiap harinya, tapi yang kita kirim itu maksimal 100 ton karena kan di TPA Sarimukti dibatasi. Sisanya kita olah di kewilayahan," sebutnya. Tak cuma itu, sambung Chanifah, pihaknya saat ini tidak mengakomodir sampah yang dihasilkan dari kawasan berpengelola seperti perusahaan.
Pihaknya pun mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Cimahi untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.
"Perusahaan dan kawasan berpengelola sudah enggak kita layani. Jadi murni hanya melayani masyarakat," ujarnya.
Ke depan, terang Chanifah, pihaknya mendorong pembentukan Bank Sampah Unit atau BSU untuk pengelolaan sampah di tingkat RW se-Kota Cimahi. Sebab, menurut Chanifah, keberadaan BSU dinilai efektif untuk mengurangi penumpukan sampah.
"Kita mendorong tiap RW di Kota Cimahi yang jumlahnya 312 untuk membentuk BSU. Agar bisa membantu pengurangan sampah yang diangkut," terangnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menggandeng 65 fasilitator untuk membentuk BSU di 312 RW. Menurutnya, ke-65 fasilitator itu masing-masing bakal membawahi 5 RW untuk pendampingan yang diberikan tugas membantu masyarakat dalam pembentukan BSU. Bandung Raya
Dibatasi Hanya 17 Ritase Per Hari, DLH Kota Cimahi Terapkan Skala Prioritas untuk Pengangkutan Sampah ke TPA Sarimukti
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menerapkan strategi skala prioritas untuk pengangkutan sampah.
Dibatasi Hanya 17 Ritase Per Hari, DLH Kota Cimahi Terapkan Skala Prioritas untuk Pengangkutan Sampah ke TPA Sarimukti
"Nantinya mereka diajari cara pemilahan sampah, lalu di setiap RW minimal sudah menyiapkan barang-barang hasil terpilah dan nanti akan ditarik oleh bank sampah induk Samichi sesuai penjadwalan," paparnya.
Untuk saat ini, lanjut Chanifah, BSU tersebut fokus terhadap pengelolaan sampah anorganik di wilayahnya. Namun demikian, kedepannya keberadaan BSU ini akan mengelola sampah organik.
"Kami berharap BSU tidak hanya mengolah sampah anorganik, tetapi juga sampah organik. Saat ini, kami masih melakukan pendampingan untuk mencapai target tersebut," tandasnya. *** (agus satia negara)
Sumber: inilahkoran.id