DLH Cimahi Ingatkan Bahaya Insenator, Risiko Kesehatan dan Lingkungan

DLH Cimahi Ingatkan Bahaya Insenator, Risiko Kesehatan dan Lingkungan


Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyatakan bahwa teknologi pembakaran sampah tersebut memiliki risiko serius terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan jika tidak diterapkan dengan standar ketat.



Insenator dapat menghasilkan senyawa berbahaya berupa furan dan dioksin, yang dapat memicu penyakit serius, termasuk kanker.



"Yang paling berbahaya adalah manakala kita membuat adalah untuk gas adanya furan dan dioksin, yang kemarin dikatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, tidak kelihatan di udara," jelas Chanifah, Selasa (20/01/2026)



Pembakaran sampah tidak menghilangkan masalah, melainkan memindahkan persoalan dari daratan ke udara. "Kalau dibakar kan menjadi udara ya? Nah, itu kan tentunya di dalam partikel, di dalam udara itu mengandung partikel-partikel yang di antaranya memang berbahaya untuk kesehatan,"tambah Chanifah.



Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, juga menyatakan bahwa pemerintah pusat tidak membenarkan penggunaan insenator mini dalam pengelolaan sampah daerah.



"Di dalam pelaksanaan penanganan sampah, sekali lagi mohon dicamkan, Menteri Lingkungan Hidup tidak membenarkan penggunaan insenator-insenator mini, apa pun alasannya," tegas Hanif.



Cimahi sendiri telah memiliki satu unit insenator, namun DLH masih menunggu hasil resmi pengukuran emisi dari pihak penyedia.



"Chanifah menegaskan bahwa standar keamanan untuk furan dan dioksin tidak mengenal kompromi. Kalau memang kadar furan dioksinnya memang tidak ada, nol itu harusnya nol tanpa toleransi," tegasnya.