DLH Cimahi Libatkan 65 Fasilitator untuk Pembentukan BSU
DLH Cimahi Libatkan 65 Fasilitator untuk Pembentukan BSU
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi melibatkan 65 fasilitator dalam upaya pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat Rukun Warga (RW) di seluruh Kota Cimahi.
Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menjelaskan bahwa setiap RW dari total 312 RW di Kota Cimahi didorong untuk memiliki BSU. Keberadaan BSU dinilai sebagai solusi efektif dalam mengurangi penumpukan sampah.
“Kami mendorong tiap RW di Kota Cimahi untuk membentuk BSU agar dapat membantu pengurangan sampah yang diangkut,” ujar Chanifah. Selasa (14/1/2025).
Produksi sampah di Kota Cimahi saat ini mencapai 230 ton per hari. Namun, kapasitas sampah yang diangkut ke TPA Sarimukti dibatasi maksimal 17 ritase atau sekitar 90-100 ton per hari. Sisa sampah lainnya dikelola di tingkat wilayah.
“Saat ini produksi sampah mencapai 230 ton per hari, tapi yang kami kirim maksimal 100 ton karena keterbatasan di TPA Sarimukti. Sisanya kami olah di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Untuk saat ini, BSU difokuskan pada pengelolaan sampah anorganik. Namun, Chanifah menyebutkan bahwa pengelolaan sampah organik akan menjadi target selanjutnya.
“Kami berharap ke depan BSU tidak hanya mengelola sampah anorganik, tetapi juga sampah organik. Saat ini kami terus memberikan pendampingan untuk mencapai target tersebut,” jelasnya.
Sebagai bagian dari program ini, DLH Cimahi melibatkan 65 fasilitator, di mana setiap fasilitator bertugas mendampingi lima RW.
Tugas mereka mencakup edukasi tentang pemilahan sampah serta membantu masyarakat menyiapkan barang-barang hasil pemilahan yang akan ditarik oleh Bank Sampah Induk Samichi sesuai jadwal.
“Fasilitator akan mengajari cara pemilahan sampah, dan setiap RW diharapkan sudah menyiapkan hasil pemilahan untuk kemudian diambil oleh bank sampah induk,” pungkas Chanifah.
Sumber: RRI